Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Jumat, 10 Februari 2017

Menuju Khusnul Khotimah

Rofiq Abidin




Khusnul Khotimah,
Ya Allah Mudahkanlah untuk Meraihnya…
Oleh : Rofiq Abidin

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (32)

“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32).

Akhir yang baik, merupakan dambaan setiap insan yang beramal dan berikhtiar. Setiap mukmin yang bermal soleh didunia, tentu akan sangat membahagiakan jika bisa meraih khusnul khotimah. Sebuah keadaan akhir yang baik, akhir yang penuh dengan kenimatan, kenyamanan dan ketidakkhawatiran akan perjalanan selanjutnya. Ya, khusnul khotimah tidak akan didapati manakala tidak istiqomah, apa hubungannya?. Jelas hubungannya sangatlah erat, seseorang yang di dunia senantiasa berbuat kebaikan, namun pada ujung hayatnya tidak istiqomah dengan kebaikannya akan sangat merugi. Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal menjemut kita. Kehadirannya sesuatu yang pasti dan tak dapat disangkal. Apakah kita sudah siap ataukah justru sedang mengabaikan kehadirannya. Apakah kita sedang taat kepada Allah ataukah kita sedang maksiat karena mengikuti hawa nafsu belaka. Ia akan hadir dan pasti hadir. Bekal yang cukup kita menyebutnya untuk menghadapinya, namun bekal saja tidak bisa jika istiqomah tidak kita dapatkan. Untuk itu marilah kita mengurangi perilaku yang membuat Allah menjauhkan kita dari meraih khusnul khotimah.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله فقيل كيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال يوفقه لعمل صالح قبل الموت

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempekerjakannya. Para sahabat bertanya: Bagaimana Allah akan mempekerjakannya?.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah akan memberikan taufik kepadanya untuk beramal shalih sebelum ia meninggal dunia”. (HR. Ahmad (12036) dan Thirmidzi (2142) dan dishohihkan oleh Al-Hakim, Dhiya' Al-Maqdisi, Al-Arna'ut dan Al-Albani).

Demikianlah jika Allah menghendaki hambanNya yang dicintaiNya. Pertanyaanya sudah “pede” kah kita dengan amalan kita?. Amalan apa yang sudah bisa membuat Allah jatuh hati kepada kita, menghendaki kita, sebagaimana para Nabi, Rasul, Sahabat Nabi yang dijamin masuh surga, mujahid dan orang-orang sholeh lainnya yang Allah kehendaki karena keikhlasan hati dan amalannya yang istiqomah. Baiklah, penulis mencoba untuk sama-sama belajar menempuh keadaan mulia, “khusnul khotimah”. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam meraih khusnul khotimah. Berikut ini diantara sebuah jalan untuk meraihnya. Berikut ini sebagian kecil tanda-tanda seseorang mati dalam keadaan husnul khotimah :

1. Ditinjau dari kata-kata terakhirnya, apabila kata-kata terakhirnya adalah kalimah-kalimah toyyibah, maka itu tandanya dia mati dalam keadaan husnul khotimah.

Dari Mu`adz bin Jabal Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa ucapan terakhirnya : La ilaha illallah, maka dia masuk surga" (HR Abu Daud & Al-Hakim). 

Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baiknya dzikir adalah La ilaha illallah dan sebaik-baiknya doa adalah Alhamdulillah" (HR At-Turmudzi & Ibnu Majah).

Dari Abi Sa`id Al-Hudri Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Bimbinglah orang mati kalian untuk mengucapkan La ilaha illallah" (HR Muslim).

Maka dari itu disunnahkan bagi kita jika seseorang yang sedang menghadapi sakarotul maut untuk membimbing mengucapkan kalimat toyyibah “la ilaha illallah”. Saat hidup bisa dengan mudah diucapkan, namun saat mendekati mati, belum tentu. Maka dari itu marilah kita memohon kepada Allah untuk mendapatkan nikmat itu dan tidak hanya memoho/berdo’a, tapi diikuti dengan perbuatan yang Allah cintai. Sehingga rahmat Allah turun saat ajal menjemut kita.

2. Di tinjau dari aktifitas terakhirnya, apabila seseorang di masa-masa akhir hidupnya beribadah, baik ibadah mahdho maupun ghoiru mahdho dan dia meninggal dalam keadaan beribadah atau usai menjalankan ibadah maka itulah tandanya dia mati dalam keadaan husnul khotimah.

Dari Ali bin Abi Tholib Ra, Dia berkata : "Suatu hari saya akan menunaikan sholat subuh di mesjid bersama Rasulullah Saw, tapi ditengah jalan aku bertemu dengan seseorang yang sudah renta juga mau ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh, aku terus berjalan dibelakangnya, dan ketika kami berdua sampai di mesjid ternyata sholat berjamaah sudah usai, akhirnya aku sholat subuh berjamaah dengan kakek itu, dan ketika aku salam tahiyyat akhir si kakek tetap bersujud dan ternyata si kakek telah meninggal dunia, lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, bagaimana keadaan kakek ini di akherat?" Rasulullah menjawab, "Dia masuk surga" (HR Ahmad & Daruqutni).

3. Di tinjau dari hari terakhirnya (hari jum`at), begitu banyak orang-orang sholih yang meninggal dunia pada hari jum`at, karena mati pada hari jum`at adalah tanda kematian husnul khotimah.

Dari Ibnu umar Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Tiada seorang muslim yang meninggal pada hari atau malam jum`at, kecuali Allah akan menyelamatkannya dari siksa kubur" (HR Ahmad & At-Turmudzi).

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baik hari adalah hari jum`at, karena pada hari jum`at itulah Adam di ciptakan. Pada hari jum`at ia di masukkan ke surga dan pada hari jum`at ia di keluarkan dari surga. Pada hari jum`at ia wafat dan tidak akan terjadi kiamat kecuali hari jum`at" (HR As-Syafi`I dan Ahmad).

4. Di tinjau dari kondisi terakhir fisiknya. Kita sering menyaksikan seseorang meninggal dengan kondisi tubuh yang tidak wajar seperti tubuh gosong, penuh dengan luka dan nanah, berbau busuk, keluar belatung, lidah menjulur dan mata melotot atau bahkan tidak ada yang mau memandikan, mengkafani dan mensholatkan dll. Seseorang yang matinya husnul khotimah tidak akan mengalami kejadian-kejadian seperti diatas, malah sebaliknya seperti wajah mayit terlihat tenang dan damai bahkan ada yang tersenyum, banyak yang berta`ziyah dan mensholatkan dll.

Dari Abu Darda Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Tidak akan keluar ruhnya seorang mu`min sampai dia melihat tempatnya di surga, dan tidak akan keluar ruhnya seorang kafir sampai dia melihat tempatnya di neraka" (HR Al-Baihaqi).

Tetap istiqomah pada jalan Allah, merupakan kunci untuk meraih tanda-tanda di atas. Karena istiqomah dengan jalan Allah berarti kita senatiasa sabar mentaati syariatNya, sabar berada pada sabillillah/jalan Allah dan sabar untuk menjadi hamba Allah/mengibadatiNya. Semoga Allah senantiasa memudahkan kita menuju khusnul khotimah, jalan mulia yang telah dilalui oleh para nabi dan para rosul dan orang-orang soleh yang dikehendakiNya. Kerinduan akan khusnul khotimah akan selalu ada dalam diri mukmin yang telah sabar dengan menjalankan syariatNya.

Rofiq Abidin / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates