Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Jumat, 10 Februari 2017

Bulan Ramadhan untuk Membentuk Perisai

Rofiq Abidin


Bulan Perisai
Oleh : Rofiq Abidin




ÙŠٰØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ آمَÙ†ُواْ Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ ٱلصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ ٱلَّذِينَ Ù…ِÙ† Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah : 183)

Shiyamu Ramadhan  merupakan syariat yang turun pada tahun ke 2 Hijriah. Yang mana dalam perintah ini banyak hal yang harus di tahan. Sebagaimana kata  Ù±Ù„صِّÙŠَامُ  yang artinya menahan diri.  Menahan diri dari yang dilarang dalam puasa (yang membatalkan puasa) itulah arti dari shiyam. Atau yang kita kenal dengan puasa, adapun puasa itu sendiri berasal dari bahasa sangsekerta “upa dan wasa”, yang artinya ; upa itu dekat, mendekat, sedangkan wasa itu artinya Tuhan, yang maha kuasa. Jadi kali puasa dalam bahasa sangsekerta adalah mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa/Tuhan. Maka shiyam ini merupakan pelatihan kita untuk menjadi manusai-manusia tangguh, memiliki pertahanan kokoh. Bulan Ramadhan ini akan menjaga iman kita, sebagai refresing jiwa untuk ketahanan 11 bulan selanjutnya. Pelatihan sebulan penuh ini akan sangat dapat membantu pelakunya menjalani bulan-bulan berikutnya menjadi pribadi yang tangguh, relegius dan penuh hikmah. Bulan ramadhan ini bagaikan bunga yang mekar pada musimnya, jiwa baik ummat islam mudah tergugah, kedermawanan mudah bangkit dan ringan melaksanakan ibadah kepada Allah. Namun hendaknya ini harus disadari dengan ilmu yang cukup adan pembelajaran yang dalam, agar action di Bulan Ramadhan terus berdampak baik dan berkesinambungan dalam pembentukan karakter baiknya.

Membangun benteng-benteng pada Bulan Ramadhan
Jika pada bulan-bulan sebelum ramadhan kita banyak hal-hal yang secara bebas kita lakukan, hingga terkadang benteng-benteng prinsip kita bobol, karena lemahnya iman. Maka pada Bulan Ramadhan kita bangun kembali benteng-benteng itu dengan harapan bulan selanjutnya, komitmen, semangat dan amalan-amalan kebaikan tetap terjaga. Jika kita mau membaca lebih dalam Allah menyeru orang-orang yang beriman untuk melakukan shiyam/shoum dengan satu tujuan yakni “bertaqwa”. Jika kita kupas lagi kata “taqwa” ini berasal dari kata ÙˆَÙ‚َÙ‰ yang secara makna dalam kamus bahasa arab Al Munawir berarti penjagaan, perisai, benteng-benteng dan bahkan orang arang menggunakan kata الوِÙ‚َÙŠَÙ‡ dalam melakukan tindakan preventif, atau istilah kita gampangnya“jaga-jaga kalau ada apa-apa”. Ini dari akar kata yang sama. Maka seseorang yang mau melakukan shiyam/shoum itu sama dengan membangun benteng-benteng atau tak heran jika Rasulullah Shollalhu Aaihi Wassallam menyebutnya bahwa shiyam itu perisai. Berarti jelas bahwa Bulan Ramadhan ini merupakan bulan perisai. Artiya di bulan ini, kita sedang membuat perisai yang kokoh untuk menghadapi musuh pada 11 bulan selanjutnya, dan jika kita masih diizinkan untuk bertemu Bulan Ramadhan lagi kita bangun lagi benteng-benteng itu atau kita bikin lagi perisai-perisa itu.

Dengan demikian di Bulan Ramadhan ini, kita harus membangun benteng-benteng pertahanan yang kuat atau membuat perisai-perisa yang kuat untuk menghadapi musuh terbesar manusia yakni hawa nafsunya sediri. Tentu dalam membangun benteng atau membuat perisai kita butuh bahan-bahan dan cara-cara untuk mewujudkannya. Adapun bahan yang perlu kita siapkan adalah kemauan, semangat, ilmu dan sarana lainnya. Nah, bahan-bahan untuk membuat perisa yang tangguh ini mesti kita olah yang nantinya akan menjadi perisai ideal yang kita harapkan. Baiklah, mari kita coba kupas cara-cara mengolahnya :
·         Mengolah kemauan dengan senantiasa mengingat akan pentingnya persiapan menjalani kehidupan 11 bulan selanjutnya. Karena tidak aka nada perubahan apa-apa jika semua tidak diawali dari kemauan yang kuat.
·         Untuk mengolah semangat, usahakan ada partner yang sekeinginan dalam menjalankan peningkatan di Bulan Ramadhan serta selalu mengingat bahwa bulan Ramadhan ini bulan kesempatan untuk meraih dasyatnya berkah Allah, luasnya ampnan Allah dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.
·         Mengolah ilmu dengan terus menambahnya dan mengaplikasikannya dari yang paling mudah dan paling ringan, hingga mengamalkan yang lebih besar. Untuk menjaga ilmu yang kita miliki jangan lupa untuk mengamalkan dengan mendakwahkan dengan cara yang paling ringan kita lakuka dan paling dekat dengan kita, misalnya keluarga, sanak saudara dan orang-orang terdekat.
·          Sarana lain, contohnya alat untuk menyimpan data, baik dalam bentuk buku, kitab dan sarana praktis yang bisa kita manfaatkan, contoh HP, laptop dan lain sebagainya.
Beberapa hal berikut ini akan sangat membantu untuk mengokohkan benteng-benteng dan menebalkan perisai-perisai kita pada Bulan Ramadhan dan untuk 11 bulan selanjutnya.

Tempaan Bulan Ramadhan Mengokohkan Perisai diri kita
Tempaan bahan-bahan perisai itu akan sangat membantu kita untuk semakin kuat iman kita, kuat motivasi kita dan kepercayaan diri kita akan menebal. Karena berbagai tempaan pada Bulan Ramadhan, jika kita jalani dengan sabar akan sangat berdampak kepada ekistensi diri kita pada bulan-bulan selanjutnya. Kedekatan kita kepada Allah akan bisa kita rasakan dari sentuhan hati kita yang bermunajat memanggil-manggil asmaNya. Denyut iman kita akan bergetar manakala lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga kita, hingga semakin menambah keimanan kita kepada Allah dan syariatNya.

Dengan berbagai ujian Ramadhan yang kita jalani dengan penuh ikhlas dan sabar, menjadikan lapisan-lapisan perisai kita makin tangguh. Inilah kenapa ada Ramadhan, ia hadir untuk merefresh qolbu kita sekaligus menebalkan perisai-perisai atau benteng-benteng untuk menangkis segala nafsu yang membawa kepada kejahatan. Hingga pada ujungnya derajad taqwa kita raih dan itu yang akan menentukan mulia dan tidaknya seorang hamba dihadapan Allah Subhanahu Wata’ala. Karena tidak dikatakan bertaqwa, jika penjagaannya, perisainya, bentengnya tidak kokoh, jika masih mudah tergiur dengan godaan-godaan syaitan baik dari bangsa jin dan manusia.

Oleh karena itu, mari kita sambut Bulan Ramadhan ini dengan suka cita dan dengan persiapan-persiapan yang baik. Dengan mempersiapkan bahan-bahan perisai itu, kita akan mudah mengolahnya pada saat bulan ramadhan. Kumandang adzan, empati kepada sesama hingga kebersamaan dalam doa akan membawa nuansa special dan berkesan dihati mukmin. Yang nantinya akan menjadi masa penyejuk jiwa, masa penggugah hasrat spiritual kita, dan tentu masa ini adalah masa penempaan perisai diri kita. Wallahua’lam.


Rofiq Abidin / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates