Bulan Perisai
Oleh : Rofiq Abidin
ÙŠٰØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّذِينَ
آمَÙ†ُواْ Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ ٱلصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ ٱلَّذِينَ Ù…ِÙ†
Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ
Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah : 183)
Shiyamu
Ramadhan merupakan syariat yang turun
pada tahun ke 2 Hijriah. Yang mana dalam perintah ini banyak hal yang harus di
tahan. Sebagaimana kata ٱلصِّÙŠَامُ yang artinya menahan diri. Menahan diri dari yang dilarang dalam puasa
(yang membatalkan puasa) itulah arti dari shiyam. Atau yang kita kenal dengan
puasa, adapun puasa itu sendiri berasal dari bahasa sangsekerta “upa dan wasa”,
yang artinya ; upa itu dekat, mendekat, sedangkan wasa itu artinya Tuhan, yang
maha kuasa. Jadi kali puasa dalam bahasa sangsekerta adalah mendekatkan diri
kepada Yang Maha Kuasa/Tuhan. Maka shiyam ini merupakan pelatihan kita untuk
menjadi manusai-manusia tangguh, memiliki pertahanan kokoh. Bulan Ramadhan ini
akan menjaga iman kita, sebagai refresing jiwa untuk ketahanan 11 bulan
selanjutnya. Pelatihan sebulan penuh ini akan sangat dapat membantu pelakunya
menjalani bulan-bulan berikutnya menjadi pribadi yang tangguh, relegius dan
penuh hikmah. Bulan ramadhan ini bagaikan bunga yang mekar pada musimnya, jiwa
baik ummat islam mudah tergugah, kedermawanan mudah bangkit dan ringan
melaksanakan ibadah kepada Allah. Namun hendaknya ini harus disadari dengan
ilmu yang cukup adan pembelajaran yang dalam, agar action di Bulan Ramadhan
terus berdampak baik dan berkesinambungan dalam pembentukan karakter baiknya.
Membangun benteng-benteng pada Bulan Ramadhan
Jika pada bulan-bulan sebelum ramadhan kita banyak
hal-hal yang secara bebas kita lakukan, hingga terkadang benteng-benteng
prinsip kita bobol, karena lemahnya iman. Maka pada Bulan Ramadhan kita bangun
kembali benteng-benteng itu dengan harapan bulan selanjutnya, komitmen,
semangat dan amalan-amalan kebaikan tetap terjaga. Jika kita mau membaca lebih dalam
Allah menyeru orang-orang yang beriman untuk melakukan shiyam/shoum dengan satu
tujuan yakni “bertaqwa”. Jika kita kupas lagi kata “taqwa” ini berasal dari
kata ÙˆَÙ‚َÙ‰ yang secara
makna dalam kamus bahasa arab Al Munawir berarti penjagaan, perisai, benteng-benteng
dan bahkan orang arang menggunakan kata الوِÙ‚َÙŠَÙ‡ dalam melakukan tindakan preventif, atau istilah kita
gampangnya“jaga-jaga kalau ada apa-apa”. Ini dari akar kata yang sama. Maka
seseorang yang mau melakukan shiyam/shoum itu sama dengan membangun
benteng-benteng atau tak heran jika Rasulullah Shollalhu Aaihi Wassallam
menyebutnya bahwa shiyam itu perisai. Berarti jelas bahwa Bulan Ramadhan ini
merupakan bulan perisai. Artiya di bulan ini, kita sedang membuat perisai yang
kokoh untuk menghadapi musuh pada 11 bulan selanjutnya, dan jika kita masih
diizinkan untuk bertemu Bulan Ramadhan lagi kita bangun lagi benteng-benteng
itu atau kita bikin lagi perisai-perisa itu.
Dengan demikian di Bulan Ramadhan ini, kita harus
membangun benteng-benteng pertahanan yang kuat atau membuat perisai-perisa yang
kuat untuk menghadapi musuh terbesar manusia yakni hawa nafsunya sediri. Tentu
dalam membangun benteng atau membuat perisai kita butuh bahan-bahan dan cara-cara
untuk mewujudkannya. Adapun bahan yang perlu kita siapkan adalah kemauan,
semangat, ilmu dan sarana lainnya. Nah, bahan-bahan untuk membuat perisa yang
tangguh ini mesti kita olah yang nantinya akan menjadi perisai ideal yang kita
harapkan. Baiklah, mari kita coba kupas cara-cara mengolahnya :
·
Mengolah kemauan dengan senantiasa mengingat akan pentingnya persiapan
menjalani kehidupan 11 bulan selanjutnya. Karena tidak aka nada perubahan
apa-apa jika semua tidak diawali dari kemauan yang kuat.
·
Untuk mengolah semangat, usahakan ada partner yang sekeinginan dalam
menjalankan peningkatan di Bulan Ramadhan serta selalu mengingat bahwa bulan
Ramadhan ini bulan kesempatan untuk meraih dasyatnya berkah Allah, luasnya
ampnan Allah dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.
·
Mengolah ilmu dengan terus menambahnya dan mengaplikasikannya dari yang
paling mudah dan paling ringan, hingga mengamalkan yang lebih besar. Untuk
menjaga ilmu yang kita miliki jangan lupa untuk mengamalkan dengan mendakwahkan
dengan cara yang paling ringan kita lakuka dan paling dekat dengan kita,
misalnya keluarga, sanak saudara dan orang-orang terdekat.
·
Sarana lain, contohnya alat untuk
menyimpan data, baik dalam bentuk buku, kitab dan sarana praktis yang bisa kita
manfaatkan, contoh HP, laptop dan lain sebagainya.
Beberapa hal berikut ini akan sangat membantu untuk
mengokohkan benteng-benteng dan menebalkan perisai-perisai kita pada Bulan
Ramadhan dan untuk 11 bulan selanjutnya.
Tempaan Bulan Ramadhan Mengokohkan Perisai diri kita
Tempaan bahan-bahan perisai itu akan sangat membantu
kita untuk semakin kuat iman kita, kuat motivasi kita dan kepercayaan diri kita
akan menebal. Karena berbagai tempaan pada Bulan Ramadhan, jika kita jalani
dengan sabar akan sangat berdampak kepada ekistensi diri kita pada bulan-bulan
selanjutnya. Kedekatan kita kepada Allah akan bisa kita rasakan dari sentuhan
hati kita yang bermunajat memanggil-manggil asmaNya. Denyut iman kita akan
bergetar manakala lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga kita, hingga
semakin menambah keimanan kita kepada Allah dan syariatNya.
Dengan berbagai ujian Ramadhan yang kita jalani dengan
penuh ikhlas dan sabar, menjadikan lapisan-lapisan perisai kita makin tangguh.
Inilah kenapa ada Ramadhan, ia hadir untuk merefresh qolbu kita sekaligus
menebalkan perisai-perisai atau benteng-benteng untuk menangkis segala nafsu
yang membawa kepada kejahatan. Hingga pada ujungnya derajad taqwa kita raih dan
itu yang akan menentukan mulia dan tidaknya seorang hamba dihadapan Allah
Subhanahu Wata’ala. Karena tidak dikatakan bertaqwa, jika penjagaannya,
perisainya, bentengnya tidak kokoh, jika masih mudah tergiur dengan
godaan-godaan syaitan baik dari bangsa jin dan manusia.
Oleh karena itu, mari kita sambut Bulan Ramadhan ini
dengan suka cita dan dengan persiapan-persiapan yang baik. Dengan mempersiapkan
bahan-bahan perisai itu, kita akan mudah mengolahnya pada saat bulan ramadhan.
Kumandang adzan, empati kepada sesama hingga kebersamaan dalam doa akan membawa
nuansa special dan berkesan dihati mukmin. Yang nantinya akan menjadi masa
penyejuk jiwa, masa penggugah hasrat spiritual kita, dan tentu masa ini adalah
masa penempaan perisai diri kita. Wallahua’lam.











0 komentar:
Posting Komentar