Membudayakan Sunnah
Oleh : Rofiq Abidin
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
[QS. Al-Ahzaab: 21]
Semua ummat islam
sangat menginginkan mentauladani Rasulullah Muhammad Solallahu Alaihi Wassalam.
Mulai dari hal yang berhubungan dengan ibadah mahdho, sampai perilaku dan
akhlak sehari-hari. Dewasa ini angin segar untuk membudakan sunnah mulai banyak
bermunculan, syiar untuk membudayakan sunnah nabi sudah mencoba dikemas dengan
bijak, mulai dari tulisan-tulisan di kaos-kaos, pesan-pesan di sosial media dan
lain sebagainya. Tentu hal ini tidak terus serta merta diterima oleh
masyarakat, termasuk ummat islam itu sendiri yang menggembor-gemborkan
mentauladani Nabi Muhammad Sollahu Alaihi Wassalam. Maka jika seseorang ingin
mentegakkan sunnah harus dengan cara yang bijak. Karena masyarakat Indonesia
masih banyak yang belum siap menerima budaya sunnah itu, walaupun itu sesuatu
yang dipahami baik secara budaya sosial, maupun secara ilmiah. Dan jangan mudah
menjustifikasi orang-orang yang belum sepaham dengan kita. Yang dapat
menimbulkan kekeruhan dalam berukhuwah islamiah. Ini penting, karena masih ada
yang orang-orang yang belum memahami sikap dan perbuatannya, hanya sekedar
ikut-ikutan, tidak mendasari tindakan dengan ilmu.
Pembuktian Peneliti
tentang Beberapa Sunnah Nabi
Aisyah ketika
ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab: “Akhlaknya adalah Al Qur’an.”
(HR. Muslim no. 746). Jelas bahwa perilaku Rasulullah Solallahu Alaihi Wassalam
merupakan panduan hidup yang sangat baik, bisa dikatakan terjemahan Al Qur’an.
Maka, tentu tidak ada sikap Rasulullah yang perlu kita ragukan.
Tidur dengan Posisi Miring
ke sebalah Kanan
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Apabila kamu
hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk
shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan”
“Berbaringlah di atas rusuk
sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 bagian
kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah
kiri dan sebaliknya. Umumnya ummat muslim menggunakan organ tubuh
bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas
seperti makan, memegang dan lainnya.
b. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan
cairan tubuh ( darah )terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan
( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar
jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih
lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas
tidur.
c. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma
dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika
seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah
dicerna oleh lambung dan bercampur asam.
Memelihara Jenggot bagi Muslimin
Nabi SAW yang diriwayatkan oleh
Ibnu Umar yang mengatakan, “Berbedalah kamu dengan orang-orang musyrik,
peliharalah jenggot dan cukurlah kumis” (HR. Bukhari)
Memelihata jenggot, ternyata tidak hanya sebatas
sebuah perintah agama, memelihara jenggot terbukti ilmiah dapat menyehatkan.
Lebih-lebih dalam hal mencukur jenggot ini, ada unsur-unsur menentang fitrah
dan menyerupai perempuan. Sebab jenggot adalah lambang kesempurnaan laki laki
dan tanda yang membedakannya dengan perempuan.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian Dokter Daniel G. Freeman, dari University of Chicago. Ia meneliti sekelompok mahasiswi Pascasarjana tentang perasaaan mereka terhadap pria yang berjenggot. Hasilnya mereka mengatakan bahwa kehadiran jenggot membuat pria tampak lebih maskulin bagi perempuan, mandiri, canggih dan matang dibandingkan dengan laki-laki wajah dicukur bersih.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian Dokter Daniel G. Freeman, dari University of Chicago. Ia meneliti sekelompok mahasiswi Pascasarjana tentang perasaaan mereka terhadap pria yang berjenggot. Hasilnya mereka mengatakan bahwa kehadiran jenggot membuat pria tampak lebih maskulin bagi perempuan, mandiri, canggih dan matang dibandingkan dengan laki-laki wajah dicukur bersih.
Kencing tidak berdiri
Dalam agama Islam ada sebuah hadist yang
diriwayatkan oleh Aisyah ra, “Rasulullah SAW tidak kencing sambil berdiri,
jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.”
Secara ilmiah terbukti dampak
kencing sambil berdiri bagi kesehatan, beberapa penyakit pada laki-laki
diantaranya penyakit kanker prostat dan batu kandung kemih, berikut beberapa
manfaat kencing sambil jongkok menurut penelitian secara ilmiah.
- Tekanan saat buang air kecil dalam keadaan jongkok akan lebih sempurna sehingga membuang semua kotoran dalam kandung kemih yang dapat mencegah terjadinya kanker prostat.
- Tahukah kalian jika proses pembuangan terbaik adalah saat terjadinya pembuangan air dilanjutkan pembuangan gas, hal ini dapat terjadi jika kita kencing dalam posisi jongkok, kencing dalam posisi jongkok akan membuat kita mengeluarkan sisa metabolisme tubuh dalam bentuk cairan maupun gas secara berkelanjutan.
- Sisa metabolisme tubuh dalam urin jika tidak terbuang semua dapat menyebabkan menumpuknya kotoran yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit kandung kemih dan juga lemah syahwat pada laki-laki.
Beberapa hal sunnah nabi yang kita bahas di atas,
hanyalah sebagia kecil saja. Masih banyak sunnah nabi yang terbukti secara
ilmiah. Sehingga tidak sedikit imuwan yang meneliti kemudia ia menjadi muslim,
karena kebenaran dan manfaat sunnah nabi Muhammad Solallaahu Alaihi Wassalam.
Termasuk “quulillah” (istirahat sejenak di siang hari). Sebuah yayasan di
Amerika bernama Nation Sleep Fodation telah meneliti berapa kerugian perusahaan
yang tidak menerapkan hal ini. Orang non muslim saja meneliti tentang hal ini,
lantas muslim masih banyak yang menpertentangkan tentang sunnah nabinya
sendiri. Namun, dalam membudayakan sunnah nabi, kita harus tetap bijak.
Beberapa yang menurut saya harus kita lakukan untuk membudayakan sunnah nabi :
1.
Memulai dari diri sendiri dan
keluarga
Kita tidak perlu komentar kemana-mana, kita mulai dari diri sendiri dan
keluarga dengan apa yang kita tahu kemudia mempraktekkkaannya. Namun semua
tetap ada tahapan, jangan memaksakan kehendak. Yakni dengan mengajarkan
ilmunya, lalu berusaha menerapkannya.
2.
Mentabligkan sunnah nabi dengan
bijak
Menyampaikan budaya sunnah, jangan diikuti hardikan, mentakfirkan orang,
maaf mungkin menyebut aliran tertentu yang tidak diperkenankan nabi. Sampaikan
dengan cara yang latif (lembut). Ummat islam yang belum tahu itu seperti
mu’alaf yang harus dilunakkan hatinya. Sehingga bisa memahami dengan cara yang
muda diterima.
3.
Mengistiqomahkan majelis ilmu
tentang sunnah nabi
Membudayakan sunnah tidak mungkin tanpa memberika pemahaman ilmu. Itu
doktrin namanya, islam melarang memkasakan kehendak, bahkan tidak ada paksaan
dalam menerapkan agama. Maka terus membangun majelis ilmu itu sangat membantu
orang-orang yang belum tahu manfaat sunnah nabi. Majelis ilmu tidak harus
formal, non formapun kadang lebih bisa masuk da diterima.
4.
Bertasamuh
Tetap bertoleransi dengan orang-orang yang belum bisa melakukan sunnah.
Karena boleh jadi memang dia tidak tahu, atau memang memiliki pedapat lain yang
menurutnya tidak bertentangan dengan nilai islam. Ini menjaga ukhuwah islamiah.
Sehingga budaya ukhuwah tidak terganggu. Bagi yang belum bisa melaksanakan
sunnah, jangan mengucilkan orang yang
mencoba melaksanakan sunnah nabi. Lebih baik berdamai untuk kemajuan ummat
islam, bukan saling menyalahkan dan saling menuding.
Demikain cara pandang saya, semuanya tentu perlu
tahapan untuk menerapkannya. Semoga Allah membimbing kita dalam mentauladani
nabi Muhammas Solallahu Alaihi Wassalam. Wallahua’lam.











0 komentar:
Posting Komentar