Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Selasa, 07 November 2017

Sepurane rek..

Rofiq Abidin

Sepurane rek.. para trainer dan terapis..
konco-konco yang bisa hipnosis dan kemampuan lainnya sejenis itu...mohon untuk lebih dekat kepada Allah ..
Karena kemampuan itu tidak akan mungkin tanpa campur tangan Allah..

Ojo ninggalno sholat sampean..
Ojo ngomong nang audience yes2 so..tapi sholat sampean bolong2...
Perhatekno mentalis..roto seolah2 ora butuh Tuhan..Merasa bisa tanpa Tuhan..

Ojo terjebak "sihir" .. minta bantuan jin..iku gak oleh rek..

Ilingo Firaun koyok2 iso opo ae sampai ngomong "ana robbukumul a'la" ...ngaku Tuhan rek..
Tak perhatekno..tapi aku gak suudzon lo..kok koyoke sing pinter2 hipnosis de el el..kurang nyedek karo Gusti Allah..

Tapi sing gak..yo sepurane .. aku mung ngilingno..
Sepurane rek..konco2 sing iso hal diluar hal normal..Kita bisa karena Allah..maka lebih dekatlah kpd Allah..

Penghafal dan pengamal al quran

Rofiq Abidin

Abdullah bin Mas'ud, Guru Al Quran ^Penghafal dan pengamal Al Quran^ 
Dia menjadi gubernur kufah dalam 2 kekhilafahan yakni Umar bin Khatab dan usman bin Affan..
Saat datang ke madinah di tanya oleh khalifah usman, kau tinggal kufah, siapa yg menggantikan posisimu?

^Aku telah menyiapkan Generasi yang selevelku dengan Al Qur'an^ ..
^Karena masa sahabat, kita susah hafal tapi hidup di pandu dengan qur'an..sedangkan ummat setelah kami, dengan Al Quran cepet hafal tapi susah untuk mengamalkan^

Guru Al Quran ini merasa susah menghafal..tapi mengaku kokoh dengan Al Quran..karena hidupnya di pandu oleh Al Qur'an..

Sedang hari ini .. kita banyak hafal tapi amalnya terkadang kurang...
Ya menghafal..ya latihlah anak kita mengamalkan Al Quran..
Dengan Al Quran generasi ini akan kokoh..

Masa

Rofiq Abidin

Demi Masa
Masa lalu adalah pelajaran berharga untuk membangun masa depan lebih baik...
Masa lalu harus menjadi pemantik kebangkitan kita untuk masa depan...
Masa lalu tidak boleh melenakan dalam ketidaksia-siaan..karena masa lalu tak mungkin di ulang...
Masa lalu telah selesai, tak mungkin di cancel..ia sudah menjadi bagian tak terpisahkan...

Masa kini adalah aksi...bukan lagi janji..tapi aksi atas janji janji masa lalu...
Terus menerobos menuju pantai harapan yang terus di bangun dari percikan percikan semangat yang kian hadir setiap saat di mimpi kita dan komitmen- komitmen kita dalam training2 maupun majelis2 motivasi..

Karena masa lalu adalah pelajaran, masa kini adalah aksi dan masa depan adalah pantai harapan yang menawarkan sejuta warna keindahan ...

Rugi jika kita tak optimis dengan pantai harapan..
Rugi jika kita tidak action sholih..
Rugi jika kita tidak di atas kebenaran
Dan rugi jika kita tidak sabar menghadapi tantangan masa..

*sapapagiberkah_RA*

Pembisik

Rofiq Abidin

SANG PEMBISIK dari masa ke masa
Ciri-cirinya ia SUKA CARI MUKA pada kelompok yang berkuasa atau bahkan seolah-olah pahlawan kepada kelompok oposisi..

Namun, hatinya dengki karena AMBISI DUNIAWI..kakinya tidak teguh pada idelaisme dan kebenaran...karena terbelenggu oleh syahwat duniawi..

Pekerjaannya selalu mengusik, membisik amarah, memprovokasi keburukan...hatinya tak pernah tegak dalam keyakinan...

Pada masa Nabi MUSA Alaihissalam ada sosok SAMIRI..yang membelokkan aqidah ummat, dengan menyembah Sapi...

Pada Masa nabi ISA Alaihissalam ada sosok YUDAS ISKARIOT sang penghianat yang memberitahukan persembunyian gurunya, Isa Alaihissalam...

Pada masa RASULULLAH MUHAMMAD Sholallahu Alaihi Wasallam..ada sosok ABDULLAH BIN UBAY, tokoh oportunis yang membelokkan 300 pasukan dalam perang uhud, sehingga paasukan muslimin mengalami kesulitan...

Pada masa Khalifah Yazid bin Mua'awiyah ada sosok SAMR BIN ZIL JAUSYAN yang membisikkan hingga tercetus perang KARBALA...

Pada Bulan Muharom 61 H, peristiwa memiluan itu terjadi setelah Samr bin Zil Jausyan MEMBISIKKAN kepada Yazid bin Mu'awiyah untuk menghabisi pasukan HUSAIN BIN ALI..hingga cucu Rasulullah ini Syahid di medan Karbala dan jasadnya di buang...

Padahal sebelumnya, Samr bin Zil Jausyanlah yang mengundang Husain bin Ali untuk ke Kufah (Ibu kota), Namun justru ia yang membunuh Husain bin Ali..yang akan menjadi pemimin pemuda di syurga..

begitulah sejarah, ada saja sosok sang pembisik dalam setiap zaman..berhati-hatilah...ia tampak mendukung total kabinet, namun menghasut oposisi...

AMBISINYA MURNI DUNIAWI...siapa yang menguntungkan disana ia berdiri, dimana ia di berikan harta, jabatan, ketenaran..disana ia berdiri..tidak peduli benar atau tidak..

semoga Allah menghindarkan sikap dan karakter ini pada diri kita, karena sikap dan karakter itulah yang menjadikan Sang Sutradara dunia memilihkan PERAN untuk kita..

wallahu a'lam..

Khusnudhon

Rofiq Abidin

Saat kesempatan tak menghampiri..khusnudzonlah
Beberapa waktu lalu kaget gak ada kesempatan di berikan untuk saya di sebuah tempat, dalam hati "apa di rasa beda paham ya" ...

Saya sampekan kepada Allah..knp ya, Ya Allah..?..

Ungkapan setelah sholat isya' itu ternyata dijawab oleh Allah beberapa saat setelah sholat isya'.. tiba tiba Allah hadirkan seseorang memberi kesempatan lebih banyak...

Oh ternyata ini maksudnya...terkadang hilangnya satu kesempatan, Allah ingin hadirkan kesempatan di tempat lain lebih banyak...

Tengoklah saat Rasulullah tak di beri kesempatan dakwahnya di Thoif, sudah mendaki bukit 70 KM dengan Zaid bin Haritsah..eh sampai di tempat malah di caci maki dan dilempari batu...

Ternyata Allah pengen tempat dakwah dan hijrahnya di Yasrib yang kemudian di ganti dengan nama Madinah..

Dan hasilnya, warga Thoif yang tidak mau menerima dakwah Rasulullah ngerasa kecolongan..kenapa gak memberi kesempatan dulu...dan warga madinah menikmati kesejahteraan..karena menjadi titik balik kota peradaban...

So...khusnudzon..apa saja kehendak Allah...!
karena boleh jadi engkau menghendaki sesuatu kebaikan, namun tidak bernilai sama dengan Allah..karena Allah menghendaki yang lebih baik untuk kita...

Wallahu a'lam..

mahasabbah 37

Rofiq Abidin

37

Sekira itu usia sang As Sidiq..
Menerima tulus risalah Ilahi..
Dari seorang Al Amiin..
Tanpa Reserve .. tanpa skeptis sedikitpun..

Sekiranya usia itu..
Syukur mendalam pada Yang Maha Hidup dan Menghidupkan...

Sekiranya usia itu..
Lumur dosa yang tak terelakkan..
Mengotori sejarah diri..
Malu tak terkira...menatap Rabb yang Kuasa..

Cita-cita mulia tak boleh lekang oleh kelemahan dan kebodohan..tapi harus tetap menghujam kokoh .. karena keyakinan kokoh kepada Allah yang maha besar..

Astagfirullah...
Alhamdulillah...
Allahu akbar..

37 .. era siGAp mengejar 7an..

Jumat, 10 Februari 2017

Korelasi Hujan dan Hari Kebangkitan

Rofiq Abidin


HUJAN DAN HARI KEBANGKITAN
Oleh : Rofiq Abidin


وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ. وَٱلنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ. رِّزْقاً لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتاً كَذٰلِكَ ٱلْخُرُوجُ
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. (QS. Qaaf : 9-11)
Sungguh sebuah keindahan yang tak terkira, saat jemari menikmati tetesan air air yang turun dari langit, tentu dengan perasaan syukur yang dalam. Berkat kekuasaan Allah, setiap saat milyaran liter air berpindah dari lautan menuju atmosfer lalu kembali lagi menuju daratan. Dan Kehidupan makhluk dibumi pun terus bertumbuh dari siklus air ini, biidznillah.
Seorang Harun Yahya dalam The Signs in The Heavens and the Earth for Men of Understanding, membuktikan kebenaran dan kesesuaian ayat-ayat Al Qur’an yang mejelaskan sains modern. “Andai manusia mencoba mengatur daur di alam semesta ini, maka tak akan berhasil, walaupun mengerahkan semua teknologi yang ada di bumi”. Paparnya.
Bergembira dengan Datangnya Air Hujan
Allah memberikan pengajaran kepada manusia tidak hanya tentang hukum halal-haram, namun pun juga tentang sains dan teknologi, termasuk tentang hujan. Sebagaimana dalam firmanNya Surat Ar Rum : 48 sebagai berikut :
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.
Bergembiralah dengan datangnya air hujan, itulah siklus yang telah di atur oleh Yang Maha Mengatur, yakni Alloh Subhanahu Wata’ala. Jangan sekalipun mengeluh, karena ada berkah disetiap tetesan air itu. Maka dari itu berdoalah disetiap turun air hujan, اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat).
Jangan mencela turunnya air hujan. Terkadang Sebagian dari kita boleh jadi keluar celaan, “Aduh!! hujan lagi, hujan lagi”. Ketahuilah, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam menasehatkan kita agar jangan selalu menjadikan makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa sebagai “kambing hitam” jika kita mendapatkan sesuatu yang tidak kita sukai. Seperti beliau melarang kita mencela waktu dan angin karena kedua makhluk tersebut tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Allah Ta’alaberfirman (yang artinya), “Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,”Janganlah kamu mencaci maki angin.”
Dari hasits Qudsi di atas, kita dilarang mencaci maki  masa (waktu) dan angin. Begitu pula halnya mencaci maki makhluk yang tidak dapat berbuat apa-apa, seperti mencaci maki angin dan hujan adalah terlarang. Karena hujan turun itu adalah berkah dan banyak pelajaran berharga, hikmah yang bisa kita petik. Lantas apa hubungan hujan dengan hari kebangkitan sebagaimana surat Qaaf ayat 9-11 di atas ?. 

Korelasi Hujan dan Hari Kebangkitan
Apa sih hubungannya antara hujan dengan hari kebangkitan ?. Sungguh islam ini banyak mutiara pelajaran sains. Dan seharusnya kita dan generasi muslimin ini terus bertumbuh semakin maju dengan sains yang ada dalam bimbinga Al Qur’an dan Hadits. Fenomena hujan hanyalah salah satu saja dan masih banyak ribuan ayat yang perlu dikaji tentang makna sain-nya. Dalam surat Qaaf ayat 9-11 di atas, diawali dengan menerangkan tentang turunnya air hujan yang berkah itu, kemudian dari air itu ditumbuhkan tanaman, lalu menjadi rezeki bagi hambanya, kemudian ditumbuhkan tanah yang mati dan tiba-tiba ujungnya kadzalikal khuruj (begitulah kalian akan dibangkitkan). Tentu Allah punya maksud, kenapa setelah bicara hujan, tumbuhan, rezeki, tanah dan ujungnya adalah hari kebangkitan. Baiklah, saya coba antarkan hadits berikut ini :

“Dari Abu Huroiroh ra, ia berkata, Rosululloh saw bersabda: “Jarak antara dua tiupan itu empat puluh.” Mereka berkata, wahai Abu Huroiroh! Apakah empat puluh hari? Ia menjawab, aku enggan memastikan. Mereka berkata, apakah empat puluh bulan? Ia menjawab, aku enggan memastikan. Mereka berkata, apakah empat puluh tahun? Ia menjawab, aku enggan memastikan. Kemudian Alloh menurunkan air dari langit, maka mereka bangkit seperti tumbuhnya sayuran. Ia berkata, “Tidak ada bagian manusia yang tidak hancur kecuali satu tulang, yaitu ‘ajbudz-dzanab (bagian akhir tulang ekor), darinya makhluq itu disusun kembali pada hari kiamat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Siapa saja yang tidak yakin dan atau kurang yakin dengan hari kebangkitan, maka renungilah hujan yang turun. Karena bangkitnya manusia dari alam kubur setelah mereka hancur lebur seperti tumbuhnya sayuran. Itulah yang menjadi point penting yang mesti kita ingat, sehingga keimanan kita terhadap hari kebangkitan semakin kuat. Tumbuhnya sayur-sayuran itu tentu bermula dari sebutir biji. Begitupun manusia, ia akan dibentuk menjadi seperti semula dari sebutir tulang kecil dari tulang rusuk (‘ajbudz-dzanab), tulang itulah yang akan awet hingga hari kebangkitan.(Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 6 hal.322)

Masya’Allah.. Seorang Ilmuwan Jerman, bernama Han Spemann, berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan bubuk tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.
Dan penelitian inipun juga mengacu kepada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi Wasallam 14 abad yang lalu. Terbayangkah betapa cerdasnya nabi kita, Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam.
Tulang rusuk (‘ajbudz-dzanab ) inilah yang akan tumbuh saat hari kebangkitan seperti sayur-sayuran yang bertumbuh setelah disiram air hujan. Inilah korelasi hujan dan hari kebangkitan. Maka saat hujan, bergembiralah, jangan mengeluh, lihatlah tanaman-tanaman itu, lalu ingatlah rukun iman yang kelima, beriman kepada hari kiamat, hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan. Semoga semakin menguatkan keimanan dan keislaman kita.






Bercermin dari Romantisme Rasulullah SAW

Rofiq Abidin


RASULULLAH PUN BEGITU ROMANTIS
Oleh : Rofiq Abidin


عَسَى ٱللَّهُ أَن يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ عَادَيْتُم مِّنْهُم مَّوَدَّةً وَٱللَّهُ قَدِيرٌ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Mumtahanah : 7)

Dibalik tugas kenabian yang begitu besar, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  selalu memberi perhatian kepada istri-istrinya. Kelembutan, empati dan rasa cintanya sangat dirasakan oleh ummahatul mikminin. Semua merasa menjadi orang yang diistimewakan. Sehingga semua mendapatkan mendapatkan tempat istimewa di hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah melakukan monogami selama 25 tahun dan mempunyai istri lebih dari satu selama 13 tahun. Sebagai ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam  tentu jangan sampai hal ini menjadi bahan tertawaan. Lebih baik kita ambil hikmahnya. Karena Rasulullah menikah dengan wanita yang semuanya janda, kecuali Aisyah RA yang masih gadis. Tidak benar jika Rasulullah menikah karena syahwat semata. namun jelas petanya. Baiklah, sebelum kita membahas tentang romantisme Rasulullah, kita sibak apa motiv di balik pernikahan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  
1.      Ta’limiyah (pengajaran), motiv ini bertujuan untuk mentransfer segala ilmu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, hasilnya adalah Aisyah memiliki kecerdasn yang kuat dan dikemudian hari Aisyah RA merupakan orang yang banyak meriwayatkan hadits disamping Abu Bakar
2.      Istima’iyah (sosial-politik), pernikahan ini bertujuan menjaga kekeluargaan dan juga ada misi politik. Salah satunya adalah Hafsah bin Umar bin Khatab, salah satu sahabat Nabi, sehingga kekeluargaannya menjadi lebih dekat. Pun juga dengan Romlah binti Abu Sofyan (Umu Habibah), seorang pemuka kafir qurais dan musuh besar nabi di perang uhud dan perang khondak. Dan setelah anaknya menikah dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  perlawanannya mengendor dan dikemudian hari masuk islam. Pun juga dengan Sofiyah binti Khuya’i, ini adalah istri tokoh Yahudi yang banyak memprovokasi perang, diantaranya perang khaibar. Sehingga dengan pernikahan ini, mengendorlah niat jahatnya. Selanjutya istri nabi yang bernama Juwairah binti Harist, ini adalah mantan istri tokoh bani Musthorik yang setelah itu sekampung masuk islam.
3.      Tasyar’iyah (dijadikan syariat), Motiv ini untuk menghapus perbudakan, dan mentegakkan syariat salah satu contohnya adalah Maria binti Kibtiyah. Karena dalam tradisi bangsa Arab tidak boleh menikahi budak, kecuali dengan budak. Begitupun juga Zaenab binti Jahs, mantan istri dari anak angkat yakni Zaid bin Harist, yang dalam tradisi bangsa Arab tidak diperbolehkan. Maka motiv inilah yang disebut “Tasyar’iyah” sehingga tidak tabu lagi tapi dibolehkan.
Contoh-contoh Keromantisan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam
Rasulullah menyapa di pagi hari dengan sapaan salam, senyum terbaik kepada istrinya, lalu bertanya ramah, “Hal indakum sai’ ? (apakah ada sesuatu), maksudnya bertanya ada masakan apa ?. Jika makanannya enak, dimakan. Dan jika tidak suka beliaupun tidak mencelanya, bahkan pernah membatalkan puasa sunahnya, karena menghormati istrinya yang sudah memaskkan khusus untuknya. Mari kita dalami keromantisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada istri-istrinya berikut ini :
1.      Dinner Berdua
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  pernah diajak orang makan malam oleh orang Persia, Rasulullah tidak mau, kecuali Aisyah juga diajak dalam jamuan makan itu, kalau bahasa sekarang “dinner”. Artinya, bahwa Rasulullah maunya dinner dengan Aisyah, tidak sendirian. Pernah dikisahkan juga, bahwa Rasulullah sering mengajak istrinya saat keluar kota, baik keperluan perang, dakwah ataupun keperluan Negara lainnya. Setelah melakukan undian panah untuk menentukan siapa istri yang diajak, maka diajaklah salah satu nama istri yang keluar itu. Rasulullah menyodorkan kedua lututnya dan meletakkan kedua tangannya, lalu istrinya yang bermama Shafiyyah yang berumur 60 tahun menaiki kuda melalui tangan Rasulullah.

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

2.      Mengendalikan Marah Istri
Rasulullah tahu kapan Muhammad kapan Aisyah marah sama nabi dan kapan Aisyah tidak marah sama nabi. Suatu ketika nabi mengatakan, “Aku tahu kapan kamu senang dan kapan kamu marah sama saya”, bagaimana engkau tahu wahai Rasulullah (tanya aisyah), “Kalau kamu tidak sedang marah sama aku, engkau Demi Tuhannya Ibrahim, kalau sedang tidak marah engkau sebut Demi Tuhannya Muhammad”. Dan Aisyah menjawab, “Ya itu benar, karena jika kalau saya marah sama engkau, aku tidak mau menyebut namamu”.

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

3.      Indahnya managemen konflik ala Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam  
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang bersama dengan dua istrinya, dikisahkan saat Aisyah binti Abu Bakar mendapat tugas memasak. Nah, setelah selesai memasak, dihidangkanlah masakannya itu di hadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  dan Saudah binti Zam’ah (seorang janda tua sebelum dinikahi Rasulullah). Namun Saudah tidak mau memakan masakan Aisyah, 3 kali ditawari dan tetap tidak mau. Selanjutnya konflik terjadi, karena Aisyah dongkol, maka ia mengambil semacam sendok dan mencipratkan ke muka Saudah, lalu Rasulullah bilang, “Saudah, balas..!, lalu terjadilah konflik kecil dan terbayang gak riuh renyahnya kisah ini, lalu Rasulullah bilang, “Sssst…..ada Umar”…lalu kedua istrinya ini terdiam dan Rasulullah tersenyum. Sederhana sekali Rasullah menyelesaikan masalah, konflik berlanjut dengan guyon saling lempar, lalu berhenti.

Dalam kisah lain, para istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melakukan semacam protes, dan bertanya “Siapa diantara istrinya yang paling dicintai”, ada yang bilang, “Aisyah, Hafsoh”..lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bilang “Baiklah, saya akan menjawab siapa yang paling aku cintai besok di sini dan di waktu yang sama. Sehari kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa istri yang paling dicintai adalah orang yang tadi malam saya datangi dan saya beri kue. Semua merasa paling dicintai, karena Rasulullah mendatangi semua istrinya malam hari dan memberinya kue kepada semua istrinya.

Sehingga semua merasa istimewa di hadapan Rasulullah dan merasa mendapatkan tempat di hati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

4.      Nonton Bareng
Aisyah mengatakan, “Orang-orang Habasyah masuk ke dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku ‘wahai khumaira, apakah engkau ingin meihat mereka?’, aku menjawab, ‘iya’. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu berdiri di pintu, lalu aku mendatanginya dan aku letakkan daguku di atas pundaknya kemudian aku sandarkan wajahku di pipinya. (setelah agak lama) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, ‘sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)’, aku menjawb, ‘wahai Rasulullah, jangan terburu-buru’, lalu beliau (tetap) berdiri untukku agar aku bisa terus melihat mereka. Kemudian ia bertanya lagi, ‘sudah cukup’, aku pun menjawab, ‘wahai Rasulullah, jangan terburu-buru’. Aisyah berkata, ‘Sebenarnya aku tidak ingin terus melihat mereka bermain, akan tetapi aku ingin para wanita tahu bagaimana kedudukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di sisiku dan kedudukanku di sisi  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam”.
5.      Berkomunikasi dengan Aroma
Setiap sore hari Rasulullah mendatangi rumah istrinya satu persatu dan yang didatangi yang terakhir itulah ia bermalam. Suatu ketika Aisyah RA di datangi, namun bukan yang terakhir. Namun Rasulullah, mencium bau khas dari Aisyah RA, dan berkata, “Ya Aisyah, ini bukan malammu”. Lalu Aisyah menerangkan bahwa ia mendapat jatah malam itu setelah bisa menyelesaikan konflik antara Saudah dan Rasullah, sebagai hadiahnya Asiyah mengambil waktu malam Saudah. Masya’Allah…Rasulullah hafal aroma masing-masing istrinya dan berkomunikasi aroma.
6.      Mesra dengan istri
Rasulullah meminum apa yang diminum Aisyah, seraya bertanya, “Ya Aisyah, bagian gelas mana bekas yang kamu minum tadi”, lalu Aisyah menunjukkan bekas bagian bibirnya, lalu Rasulullah meminum di bagian itu. 

Masih banyak kisah romantis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersama istrinya. Rasulullah makan berdua, minum berdua dan mandi berdua bersama istrinya dan masih banyak yang lain. Betapa kasih sayang terpancar terang dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Mudah-mudahan kita bisa mentauladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang lembut, bijak dan adil dan mengambil hikmah dengan bijak dengan apa yang telah di uswahkan Rasul dan nabi kita, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahua’lam.




Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates