Maafkan
Saja!
Oleh : Rofiq
Abidin
Satu kata
ajaib yang bernama “maaf” ini merupakan kata pendamai, pelebur dendam, benci
dan dengki. Namun tidak semua orang bisa mengucapkan dan menerima kata yang
satu ini. Itu karena seseorang sedang dikuasai amarah dan kekecewaan yang
dalam. Padahal kemarahan yang muncul karena tekanan dari dalam itu bisa
menimbulkan effek besar bagi kelangsungan khidupan selanjutnya. Nafs Amarah
yang merajai seseorang bisa memunculkan banyak sifat-sifat negatif, mulai dari
kedengkian, kesombongan dan bahkan kepada hal-hal anarkisme. Kekerasan verbal
yang berupa celaan, hinaan dan bahkan hardikan akan berujung kepada kekerasan
fisik, jika tidak diimbangi sikap memaafkan. Baik memaafkan orang lain, maupun
memaafkan dirinya sendiri atas amarahnya. Kita terkadang memang dipusingkan oleh sikap orang lain yang tidak sehati
dengan kita, tidak suka dengan sikap kita atau bahkan ia mencelakai kita. Ini
dapat mengganggu konsentrasi pencapaian tujuan kita, sehingga menjadi
lubang-lubang dalam yang bisa menjatuhkan kita pada kebencian dan dendam. Untuk
menghilangkan benci dan dendam itu hanya dengan memaafkannya, ya memaafkan atas
kesalahan, kesengajaan ataupun ketidak sengajaan orang lain, ini menjadi obat
penawar semua kebencian dan dendam. Memaafkan dengan tulus tak semudah
mengucapkan “kata maaf”, memaafkan lebih berat dari pada meminta maaf. Maka
jika kita telah menyadari kesalahan, bersegeralah minta maaf, karena itu lebih
ringan dari pada memaafkan. Pada dasarnya tak ada manusia yang tak pernah
berbuat salah dan tak ada manusia yang selalu benar. Jangan merasa paling suci
dengan mengumbar kemarahan dan gengsi untuk memaafkan. Itu bukan penyelesaian
yang baik. Maafkan saja!, anda akan lebih ringan dalam hidup dan anda akan
lebih nyaman menjalani kehidupan. Biarkan saja orang dengki dengan anda karena
penilaian salah tentang anda, semua akan dicatat dan dihitung oleh Allah dengan
sedetail-detailnya, baik itu ghibah, fitnah atau bentuk nafs amarah lainnya.
Catatan dan hitungan Allah itulah yang akan menjadikan Allah menertapkan
takdirnya, jadi gak perlu kita capek-capek membalasnya, cukup Allah saja yang
memberikan balasan. Kita hanya perlu memaafkannya agar ia kembali pada jalur
keimanan dan meninggalkan hawa nafsunya dalam menilai sesuatu. Sehingga kita
selamat, karena kita mengutamakan perdamian. Sekali lagi maafkan saja!, dan tunjukkan
dengan kebaikan-kebaikan dan prestasi
hidup. Sehingga orang yang mendengki anda makin sadar bahwa hidupnya tidak
seputar benci, dendam dan dengki. Dan anda akan makin indah menikmati hidup
ini, karena memang hidup untuk dinikmati kan?.
Dan (bagi)
orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan
apabila mereka marah mereka memberi maaf. (Asy Syuura : 37)











0 komentar:
Posting Komentar