Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Selasa, 05 Agustus 2014

Memaafkan

Rofiq Abidin
Maafkan Saja!
Oleh : Rofiq Abidin

Satu kata ajaib yang bernama “maaf” ini merupakan kata pendamai, pelebur dendam, benci dan dengki. Namun tidak semua orang bisa mengucapkan dan menerima kata yang satu ini. Itu karena seseorang sedang dikuasai amarah dan kekecewaan yang dalam. Padahal kemarahan yang muncul karena tekanan dari dalam itu bisa menimbulkan effek besar bagi kelangsungan khidupan selanjutnya. Nafs Amarah yang merajai seseorang bisa memunculkan banyak sifat-sifat negatif, mulai dari kedengkian, kesombongan dan bahkan kepada hal-hal anarkisme. Kekerasan verbal yang berupa celaan, hinaan dan bahkan hardikan akan berujung kepada kekerasan fisik, jika tidak diimbangi sikap memaafkan. Baik memaafkan orang lain, maupun memaafkan dirinya sendiri atas amarahnya. Kita terkadang memang dipusingkan oleh sikap orang lain yang tidak sehati dengan kita, tidak suka dengan sikap kita atau bahkan ia mencelakai kita. Ini dapat mengganggu konsentrasi pencapaian tujuan kita, sehingga menjadi lubang-lubang dalam yang bisa menjatuhkan kita pada kebencian dan dendam. Untuk menghilangkan benci dan dendam itu hanya dengan memaafkannya, ya memaafkan atas kesalahan, kesengajaan ataupun ketidak sengajaan orang lain, ini menjadi obat penawar semua kebencian dan dendam. Memaafkan dengan tulus tak semudah mengucapkan “kata maaf”, memaafkan lebih berat dari pada meminta maaf. Maka jika kita telah menyadari kesalahan, bersegeralah minta maaf, karena itu lebih ringan dari pada memaafkan. Pada dasarnya tak ada manusia yang tak pernah berbuat salah dan tak ada manusia yang selalu benar. Jangan merasa paling suci dengan mengumbar kemarahan dan gengsi untuk memaafkan. Itu bukan penyelesaian yang baik. Maafkan saja!, anda akan lebih ringan dalam hidup dan anda akan lebih nyaman menjalani kehidupan. Biarkan saja orang dengki dengan anda karena penilaian salah tentang anda, semua akan dicatat dan dihitung oleh Allah dengan sedetail-detailnya, baik itu ghibah, fitnah atau bentuk nafs amarah lainnya. Catatan dan hitungan Allah itulah yang akan menjadikan Allah menertapkan takdirnya, jadi gak perlu kita capek-capek membalasnya, cukup Allah saja yang memberikan balasan. Kita hanya perlu memaafkannya agar ia kembali pada jalur keimanan dan meninggalkan hawa nafsunya dalam menilai sesuatu. Sehingga kita selamat, karena kita mengutamakan perdamian. Sekali lagi maafkan saja!, dan tunjukkan dengan kebaikan-kebaikan  dan prestasi hidup. Sehingga orang yang mendengki anda makin sadar bahwa hidupnya tidak seputar benci, dendam dan dengki. Dan anda akan makin indah menikmati hidup ini, karena memang hidup untuk dinikmati kan?.

Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf. (Asy Syuura : 37)

Rofiq Abidin / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates