SUKSES DAN
SELAMAT
Oleh : Rofiq Abidin
Semua orang selalu bicara sukses,
sukses dan sukses. Gak hanya di tempat-tempat seminar, kampus dan bahkan di
warung-warung kopi. Ya, sukses menjadi hak semua orang dan tujuan semua orang.
Hingga ukuran suksespun seolah mengerucut bahwa suksesnya orang itu adalah diukur
dari kemapanan seseorang dalam memiliki harta. Coba saja lihat seseorang yang
telah bermobil mewah dan memiliki rumah representatif telah diidentikkan dengan
orang sukses dan orang yang belum memilikinya bermakna ia belum sukses. Ini
mungkin pendapat yang boleh anda setuju dan boleh tidak, coba rasakan pola
pikir teman-teman anda. Kemudian anda cari tahu ilmunya dan ambil kesimpulan
dengan benar. Tahukah anda bahwa ada do’a yang kita panjatkan tiap hari yakni
“kebahagiaan di dunia dan akhirat”.
Apakah kita berdo’a sukses?. Ya, kata khasanah dalam do’a ini adalah
harapan untuk sukses, namun juga selamat. Sukses saja menjadi pincang manakala
tidak selamat, apalagi diakhirat. Kita berusaha selamat saja tapi tidak sukses
di dunia akan terasa menjadi tidak seimbang. Padahal hamparan dunia ini untuk
dinikmati dan sebagai sarana untuk meraih sukses di akhirat.
Sukses yang dibayangkan orang-orang
bukan menjamin kesemalatan. Ada banyak orang yang merasa sukses karena
mendapatkan harta banyak, namun tidak aman. Karena boleh jadi hartanya dari
jalan yang tidak halal. Atau barangkali mendapatkan harta dari jalan halal,
namun belum dikeluarkan zakatnya, itupun juga bisa menjadi tidak aman. Kok
bisa?, tentu bisa karena dalam setiap harta yang kita miliki itu ada hak anak
yatim dan orang-orang yang berhak menerimanya. Jika kita tidak mengeluarkannya
maka Allah yang akan mengeluarkannya dengan caraNya. Maka sukses saja dalam
pandangan anda belum cukup jika belum selamat. Banyak sekali
pandangan-pandangan Allah tentang orang-orang yang sukses dan selamat. Seperti
dalam surat Al Muminun ayat 1 hingga 5. Disana menyebutkan bahwa orang yang
beruntung itu adalah yang mau fokus, efektif, berzakat dan pandai menjaga
auratnya. Orang yang sukses dan selamat berarti orang yang sanggup fokus dalam
beribadah dan pekerjaannya. Selanjutnya yang sanggung bertindak efektif dan
menjauhkan dari ketidakbergunaan. Juga orang yang ringan untuk mengeluarkan
hartanya untuk kepentingan jalan Allah serta orang yang sanggup menjaga auratnya,
baik dalam pengertian fisik maupun dalam pengertian menjaga privasi keluarga.
Dengan demikian bahwa pola pikir kita
tentang sukses gandengkanlah dengan selamat, karena sukses dan selamat bagaikan
dua sisi mata uang yang sama-sama penting dalam kehidupan. Jadilah orang yang
sukses dengan berzakat sekaligus orang yang selamat dengan segala kenikmatan
yang tidak membutakan mata hati kita. Karena sesungguhnya sukses itu indah dan
selamat menjadikannya makin kekal keindahannya.
.











0 komentar:
Posting Komentar