Senin, 30 November 2015
Jumat, 27 November 2015
Kajian Keluarga dan Pendidikan Anak: Anak dan Kejujuran - Ustadz Abdulla...
Rofiq Abidin
November 27, 2015
Rabu, 25 November 2015
Memaafkan
Memaafkan Diri Sendiri
Anda pernah membuat kesalahan? Yah, semua orang pernah membuat kesalahan. Kita bukan malaikat yang selalu benar, kesalahan adalah hal yang manusiawi. Dari kesalahan kita bisa memetik hikmah, namun tidak sedikit orang yang menjadi terpuruk karena kesalahan di masa lalu yang menimpanya. Hilang semangat dan merasa tidak berdaya. Inilah kenapa kita perlu memaafkan kesalahan yang sudah kita lakukan.
Banyak orang yang tidak memperdulikan kesalahan diri sendiri. Padahal saat kesalahan kita membekas, memberikan pengaruh besar kepada kehidupan Anda, atau berakibat fatal, kesalahan ini bisa mempengaruhi kehidupan Anda secara keseluruhan. Secara tidak sadar pikiran bawah sadar kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang salah, tidak becus, tidak berdaya, dan berbagai pikiran negatif lainnya.
Pikiran negatif terhadap diri sendiri akan menyebabkan kita rendah diri. Rendah diri bila dibiarkan akan seperti bola salju, semakin lama semakin membesar. Saat rendah diri sudah menggunung, Anda sudah merasa tidak bisa apa-apa lagi sehingga tidak ada usaha memperbaiki diri sendiri. Ini gawat!
Kesalahan-kesalahan masa lalu bisa membuat diri kita menyesal. Marah pada diri sendiri. Hal ini akan menyebabkan sebuah luka, luka emosional pada diri sendiri. Saat kita memiliki luka, kita akan melakukan usaha ekstra melindungi bagian yang terluka, sebab luka diatas luka itu lebih menyakitkan. Perlindungan ekstra ini seringkali menjadikan diri kita menjadi penakut dan mudah tersinggung. Akhirnya emosi negatiflah yang selalu mengiringi kita.
Rendah diri dan emosi negatif adalah tidak baik bagi kehidupan kita. Kita tidak lagi memiliki motivasi, kebahagiaan, dan pencapaian-pencapaian yang tinggi. Oleh karena itu, untuk menghindarinya ialah dengan memaafkan kesalahan-kesalahan yang telah Anda lakukan. Tentu saja setelah meminta maaf kepada orang lain jika terlibat dan memohon ampun kepada Allah SWT jika kesalahan Anda juga berdosa.
Langkah-langkah memaafkan diri sendiri
- Fahami bahwa memaafkan berbeda dengan melupakan. Sebuah peristiwa yang melibatkan emosi sulit untuk dilupakan, tetapi bisa dimaafkan.
- Terimalah bahwa Anda melakukan kesalahan. Ini manusiawi. Katakanlah “Meskipun saya melakukan kesalahan, namun saya menerima diri saya seutuhnya.”
- Mintalah maaf kepada orang lain yang terlibat. Dimaafkan atau tidak, yang penting Anda sudah minta maaf.
- Mintalah ampun kepada Allah SWT jika kesalahan Anda berupa dosa.
- Sekarang… maafkanlah diri Anda. Katakan saja “Saya memaafkan diri saya seutuhnya.” Katakanlah berulang-ulang dengan penuh konsentrasi, silahkan katakan di dalam hati saja, namun harus diikuti dengan kesungguhan. Allah SWT Maha Pengampun, kenapa kita tidak mau memaafkan diri sendiri?”
- Ambillah hikmah dari kesalahan Anda. Bersyukurlah bahwa Anda sudah mendapatkan hikmah yang berharga.
Selasa, 24 November 2015
Tips
JANGAN SANGKA TOMBOL WINDOWS ITU TIDAK BISA APA-APA .. COBA KALIAN PELAJARI DIBAWAH INI !!
1. Kalau kamu mau meninggalkan mejamu sebentar, kamu bisa menekan tombol Windows dan tahan kemudian tekan L, dengan begini layar kamu akan terkunci dengan sendirinya, tidak perlu khawatir ada yang menyalahgunakan komputermu.
1. Kalau kamu mau meninggalkan mejamu sebentar, kamu bisa menekan tombol Windows dan tahan kemudian tekan L, dengan begini layar kamu akan terkunci dengan sendirinya, tidak perlu khawatir ada yang menyalahgunakan komputermu.
2. Ketika mau cari dokumen, orang biasa akan membuka "my computer".
Bagi professional, dia akan menekan tombol windows+E, dan kamu akan
langsung masuk ke PC Manager.
3. Bos kamu datang ketika kamu main game! Bagaimana? Jangan gegabah! Langsung tekan windows+D, kamu akan langsung masuk ke dekstopmu!
4. Trik – trik yang mewah, tekan windows +tab, layar kamu akan terganti menjadi 3D
5. Alat perekam di dalam windows. Tekan saja windows+R dan ketik psr.exe, setelah itu kamu bisa langsung memulai rekaman.
6. Windows +R dan masukan osk, layar kamu akan muncul keyboard virtual!
7. Gambar / tulisan di layar terlalu kecil, tekan windows ditambah "+" atau"-" ,dan kaca pembesar akan muncul di layar, kamu bisa memperbesar atau memperkecil gambar di layar!
8. Sekarang ini computer kita banyak program, contohnya ID, dan kita akan membuka banyak halaman di browser kita. Dengan ctrl+Tab, kamu bisa menukar halaman di browsermu. Dan tekan ctrl+w, kamu bisa langsung menutup halaman yang sedang dibuka.
9. Ctrl+Esc memunculkan layar Start
10. alt+space+c menutup halaman yang sedang dibuka.
Semoga Bermanfaat.
3. Bos kamu datang ketika kamu main game! Bagaimana? Jangan gegabah! Langsung tekan windows+D, kamu akan langsung masuk ke dekstopmu!
4. Trik – trik yang mewah, tekan windows +tab, layar kamu akan terganti menjadi 3D
5. Alat perekam di dalam windows. Tekan saja windows+R dan ketik psr.exe, setelah itu kamu bisa langsung memulai rekaman.
6. Windows +R dan masukan osk, layar kamu akan muncul keyboard virtual!
7. Gambar / tulisan di layar terlalu kecil, tekan windows ditambah "+" atau"-" ,dan kaca pembesar akan muncul di layar, kamu bisa memperbesar atau memperkecil gambar di layar!
8. Sekarang ini computer kita banyak program, contohnya ID, dan kita akan membuka banyak halaman di browser kita. Dengan ctrl+Tab, kamu bisa menukar halaman di browsermu. Dan tekan ctrl+w, kamu bisa langsung menutup halaman yang sedang dibuka.
9. Ctrl+Esc memunculkan layar Start
10. alt+space+c menutup halaman yang sedang dibuka.
Semoga Bermanfaat.
Peace
Berdamai
dengan Hati
Oleh
: Rofiq Abidin
Kita
tak pernah tahu apakah besok kita selalu hoki, kita tidak ketemu kesulitan atau
kita tidak akan dikecewakan. Maka dari itu pandai-pandailah menata perasaan,
dari perasaan ini seseorang akan berniat, berucap hingga mengambil sikap dan
keputusan penting atau bahkan iseng. Ya, saat senang seharusnya kita selalu
ingat, bahwa kesenangan yang hadir bisa kita nikmati saat perasaan senang juga
mau mengikuti. Bahwa kesenangan dan rasa senang hadir bukan hanya peran kita,
tapi peran orang-orang yang mendukung, orang-orang yang mendo’akan kita, orang
yang mendorong kita, terutama ingatlah kerna irodahNya, yakni Allah Subhanahu
Wata’ala. Saat hati sedang bergemuruh emosi, karena sebuah keadaan yang
mengecewakan, berdamilah dengan hati kita. Ia hanya butuh tenang sejenak untuk
kembali fresh. Hati ini adalah kunci mengendalikan sikap. Ada yang bilang otak
bisa berbohong, meng-akali apa yang kita lakukan. Tapi hati tidak akan bisa
berbohong dengan apa yang kita lakukan. Maka berdamailah dengan hati kita.
Bisikan nurani akan selalu muncul untuk mengajak kepada kebaikan, walau otak
kita mengakali untuk mengambil sikap bohong.
Hujan
kritikan jadikan sebagai pelecut semangat untuk mengubah hidup untuk lebih
baik. Dan hujan pujian jadikan sebagai imunisasi untuk menakhukkan takabbur,
ujub dan egois. Semua kita mulai dari perasaan syukur kepada Allah, perasaan
ikhsan (Selalu merasa di awasi oleh Allah), kemudian kita mengingat untuk bisa
mengandalikan bisikan apa saja yang masuk ke dalam radar hati kita. Kita
memilahnya, kemudian memfungsikan hati yang berqur’an sebagai furqon,
pembeda antara pilihan yang haq dan yang batil. Karena muskhaf Al Quran bisa
menjadi bayyinat (bukti) jika kita fungsikan sama’ (pendengaran), basor
(penglihata) dan fu’adah (hati/perasaan) untuk memahami dan mengaplikasikannya
dalam kehidupan nyata.
Berdamailah
dengan hati, karena hati bisa berbolak-balik atas pengarus musuh besar manusia
ialah iblis. Utamakan istigfar dari pada mencela, utamakan memaafkan daripada
permusuhan dan utamakan kepetingan jalan Allah dari pada kepentingan materiil. Jangan
memusuhi hati (membohongi perasaan) karena provikasi akal yang makin pandai
membohongi kenyataan. Lebih baik, akal kita ajak untuk memahami lebih dalam apa
yang sedang terjadi dengan memahami ayat-ayat Allah yang tersurat dan yang
tersirat. Karena ciri manusia cerdas adalah manusia yang sering mengingat
ajalnya, bil makna, senantiasa bermahasabbah atas amalan, pekerjaan,
karya, peran dan sikap yang telah diambilnya. Jadi, berdamailah dengan hati
kita. Fokuslah pada apa yang akan kita capai, jangan menuruti kebohongan akal,
tapi turutilah berubahan dari memaafkan diri kita dengan apa yang pernah
terjadi, lalu hiasilah dengan kebaikan dan prestasi hidup selanjutnya. Wallahu’alam.
Minggu, 22 November 2015
Khazanah Trans7 - Kedatangan Nabi Isa dan Imam Mahdi - Misteri Akhir Zaman
Rofiq Abidin
November 22, 2015
Rabu, 11 November 2015
Langganan:
Komentar (Atom)















