Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Senin, 24 Agustus 2015

Optimis

Rofiq Abidin
OPTIMIS SAJA…
Oeh : Rofiq Abidin, CT. CM. CMT. SMI



كَانَ النَبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْفَأْلُ الْحَسَنُ وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةً. رواه أبن مجة.

Nabi Muhammad Sollahu Alaihi Wassalam mengagumi optimisme yang baik dan membenci psimisme, (HR. Ibnu Majah)

Seseorang tukang becak pernah berkata kapada saya, “Ilmu dan duniawi itu bisa dicari, maka kita harus berusaha, namun garis nasib itu Tuhan yang menentukan”. Percakapan ringan yang berkualitas ini membuat saya tertarik untuk banyak tahu tentang dia. Ia tak menyerah untuk mewarisi anaknya dengan ilmu, yang akan menjadi modal kehidupan selanjutnya, walau ia tukang becak ia ingin anak-anaknya memiliki pendidikan tinggi. Tak ada kata menyerah dalam kamusnya, ia selalu optimis. Tentu ini pelajaran berharga bagi siapa saja yang mengalami kelelahan mencari solusi hidup. Kita manusia tidak tahu bagaimana garis hidup kita, namun kita harus yakin bahwa jika hamba Allah bertawakal, maka pasti Allah akan mencukui keperluannya, kebutuhannya. Ingat, bukan semua keinginan. Karena Allah tahu mana yang akan sanggup kita pikul dan mana yang justru akan menjerumuskan kita jauh darinya. Jika manusia ngotot menginkan yang tidak baik untuknya, maka dengan izin Allah, bisa saja dikabulkan. Setelah itu, Allah membiarkan kita tanpa bimbingan, apa kita mau?.
Optimis saja, karena Allah pasti membantu hamba-hambaNya yang mau sabar. Dalam makna gigih, ulet dan pantang menyerah. Jangan ada keraguan menatap masa hadapan. Jika hari ini anda sedang tidak diberi ruang untuk maju, ruang untuk diterima, ruang untuk dicintai, teruslah bertawakal, karena Allah pasti akan membantu dengan izinNya. Tidak ada yang imposible selama kita meraihnya bersama Allah Subhanau Wata’ala. Rosulullah Sollaahu Alaihi Wassalam Sang Motivator terbaik sangat mengagumi ummatnya yang optimis. Maknanya, ummat islam tidak boleh psimis, bimbang, ragu-ragu, skeptis dan istilah lainnya.

Jika saja ada keadaan yang sepertinya tidak diinginkan datang, bahkan bertubi-tubi, jadikan itu sebagai pelatihan hidup. Pelatihan untuk menjadi hamba yang sabar, hamba yang makin iklash dan hamba yang makin bersyukur. Cobaan tidak selamanya datang mendera, karena dibalik satu kesulitan aka nada dua kemudahan. Dibalik satu ujian, pasti ada hikmah dan hadiah yang dipersiapkan untuk hambaNya, dengan syarat sabar dan ikhlash menjalaninya. Jangan pernah bosan berbuat baik, karena kebaikan sekecil apapun adalah tanaman yang jika diamalkan dengan ikhlas, maka akan berbuah dimasa yang akan datang, mungkin kita akan memetiknya saat kita terjadi kesempitan. Bahkan Allah yang akan memetikkan untuk kita, untuk kebaikan kita dan kemudahan urusan kita. Optimis sajalah, Allah pasti membalas apa saja kebaikan yang kita tanam. Siramilah dengan rasa ikhlas, rasa yakin dan do’a. Jangan merusaknya dengan riya’ dengan dengki dan hasad. Semoga Allah menjaga optimes kita dengan cita-cita mulia kita. Sehingga Allah membuka jalan kemudahan untuk apa saja urusan baik kita. Aamiin. Wallahua’lam.

Rofiq Abidin / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates