OPTIMIS SAJA…
Oeh : Rofiq Abidin, CT. CM. CMT. SMI
كَانَ النَبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْفَأْلُ
الْحَسَنُ وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةً. رواه أبن مجة.
Nabi Muhammad Sollahu Alaihi Wassalam
mengagumi optimisme yang baik dan membenci psimisme, (HR. Ibnu Majah)
Seseorang tukang becak
pernah berkata kapada saya, “Ilmu dan duniawi itu bisa dicari, maka kita harus
berusaha, namun garis nasib itu Tuhan yang menentukan”. Percakapan ringan yang
berkualitas ini membuat saya tertarik untuk banyak tahu tentang dia. Ia tak
menyerah untuk mewarisi anaknya dengan ilmu, yang akan menjadi modal kehidupan
selanjutnya, walau ia tukang becak ia ingin anak-anaknya memiliki pendidikan
tinggi. Tak ada kata menyerah dalam kamusnya, ia selalu optimis. Tentu ini
pelajaran berharga bagi siapa saja yang mengalami kelelahan mencari solusi
hidup. Kita manusia tidak tahu bagaimana garis hidup kita, namun kita harus
yakin bahwa jika hamba Allah bertawakal, maka pasti Allah akan mencukui
keperluannya, kebutuhannya. Ingat, bukan semua keinginan. Karena Allah tahu
mana yang akan sanggup kita pikul dan mana yang justru akan menjerumuskan kita
jauh darinya. Jika manusia ngotot menginkan yang tidak baik untuknya, maka
dengan izin Allah, bisa saja dikabulkan. Setelah itu, Allah membiarkan kita
tanpa bimbingan, apa kita mau?.
Optimis saja, karena Allah
pasti membantu hamba-hambaNya yang mau sabar. Dalam makna gigih, ulet dan
pantang menyerah. Jangan ada keraguan menatap masa hadapan. Jika hari ini anda
sedang tidak diberi ruang untuk maju, ruang untuk diterima, ruang untuk
dicintai, teruslah bertawakal, karena Allah pasti akan membantu dengan izinNya.
Tidak ada yang imposible selama kita meraihnya bersama Allah Subhanau
Wata’ala. Rosulullah Sollaahu Alaihi Wassalam Sang Motivator terbaik sangat
mengagumi ummatnya yang optimis. Maknanya, ummat islam tidak boleh psimis,
bimbang, ragu-ragu, skeptis dan istilah lainnya.
Jika saja ada keadaan yang
sepertinya tidak diinginkan datang, bahkan bertubi-tubi, jadikan itu sebagai
pelatihan hidup. Pelatihan untuk menjadi hamba yang sabar, hamba yang makin
iklash dan hamba yang makin bersyukur. Cobaan tidak selamanya datang mendera,
karena dibalik satu kesulitan aka nada dua kemudahan. Dibalik satu ujian, pasti
ada hikmah dan hadiah yang dipersiapkan untuk hambaNya, dengan syarat sabar dan
ikhlash menjalaninya. Jangan pernah bosan berbuat baik, karena kebaikan sekecil
apapun adalah tanaman yang jika diamalkan dengan ikhlas, maka akan berbuah
dimasa yang akan datang, mungkin kita akan memetiknya saat kita terjadi
kesempitan. Bahkan Allah yang akan memetikkan untuk kita, untuk kebaikan kita
dan kemudahan urusan kita. Optimis sajalah, Allah pasti membalas apa saja
kebaikan yang kita tanam. Siramilah dengan rasa ikhlas, rasa yakin dan do’a.
Jangan merusaknya dengan riya’ dengan dengki dan hasad. Semoga Allah menjaga
optimes kita dengan cita-cita mulia kita. Sehingga Allah membuka jalan
kemudahan untuk apa saja urusan baik kita. Aamiin. Wallahua’lam.











0 komentar:
Posting Komentar