Tak Sekedar Bermimpi, Tapi Mulailah...
Oleh : Rofiq Abidin
Seorang
anak pernah bertanya kepada saya, “Kenapa kita harus punya cita-cita?”. Dengan
tersenyum ringan saya mencoba menjawab penasarannya dengan kembali bertanya,
“Apakah kamu butuh makan?, “Iya” jawabnya spontan. Nah, kalau kita ingin makan,
namun kita hanya diam, kira-kira kita bisa makan?, ucapku dengan asyik. Jika
kita hidup tidak punya cita-cita, maka kita hanya akan kelaparan, tanpa bisa
makan, lanjutku. Lalu apakah setelah punya keinginan besar, berhenti sampai
disitu. Tentu tidak!. Kita harus memulai meraihnya, sama seperti kalau kita
pengen makan, tidak mencoba membeli, tidak mencari atau tidak ikhtiar, maka
kita hanya akan menahan lapar sampai menunggu ketidakpastian. Jadi, sebisanya
lakukan sesuatu, pasti Allah akan mencukupkan hambaNya yang bertawakal. Oleh
karena itu cita-cita bagi seorang manusia adalah sebuah kebutuhan untuk
ekistensi hidupnya, karena hidup tanpa cita-cita hanya akan datar-datar saja.
Ibarat memanah tidak ada sasaran yang jelas, ngawur tanpa arah. Nah kalau punya
cita-cita, lalu kita melepas anak panah kepada sasaran, maka panah itu akan
melesat tepat pada sasarannya. Walau mencapai cita-cita itu terkadang harus
jatuh bangun, sebagaimana memanah, tanpa latihan dan pembiasaan yang intens,
tidak akan tepat mengenai titik sasaran. Namun juga jangan hanya membidik,
tanpa melepaskannya, bidiklah cita-cita itu lalu lepaskanlah anak panahnya.
Hematnya, jangan hanya bermimpi, tapi mulailah meraihnya.
Kesungguhan
menjadi faktor penting untuk dibukakannya jalan kemudahan. Karena kesungguhan
yang menguatkan kita, jika tantangan semakin runcing menguji. Dan kesungguhan
pula yang akan membuka tabir solusi serta menggugah keratifitas. Allah memberikan
sinyal kesuksesan bagi hamba-hambaNya yang mau bersungguh-sungguh meraih
mimpinya. Sebagaimana disampaikan melalu firmanNya berikut ini :
z`Ï%©!$#ur
(#rßyg»y_
$uZÏù
öNåk¨]tÏöks]s9
$uZn=ç7ß
4
¨bÎ)ur
©!$#
yìyJs9
tûüÏZÅ¡ósßJø9$#
ÇÏÒÈ
dan orang-orang yang berjihad untuk
(mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka
jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang
berbuat baik. (Al Hujurat : 69)
Sangat jelas, bahwa kesungguhan
merupakan faktor penting mencapai sebuah mimpi dan membuka
jalan-jalan/solusi-solusi. Kesungguhan ini yang akan menjadi anti body saat
terjangkiti penyakit hati. Dengan tetap beradan pada jalur perbuatan hasanah,
niscahya mimpi ituakan menjadi nyata. Karena hidup itu nyata, jangan dijajah
dengan keadaan, pun juga jangan dijajah dengan keinginan. Dengan cara tetap
bersungguh-sungguh dan berikhtiar dengan cara-cara yang hasanah. Mimpi
itu hanya akan menjadi halusinasi semata, jika tidak kita mulai membuat titik,
lalu kita tarik garis pencapaiannya. Mari kita mulai apa saja yang menjadi
keinginan besar kita, dengan melakukan apa saja yang mudah, yang dekat dan yang
paling memungkinkan untuk kita lakukan, selanjutnya kesungguhan kita akan
menuntun jalan-jalan kemudahan.













