Jumat, 13 Desember 2019
#unsuripreneur-Kampus Pra Nikah Al Mawaddah-Universitas Sunan Giri Surabaya
Rofiq Abidin
Desember 13, 2019
Minggu, 18 Agustus 2019
Selasa, 13 Agustus 2019
Sabtu, 13 Juli 2019
Sabtu, 11 Mei 2019
NEGERI YANG DIHANCURKAN
SEBUAH PELAJARAN DARI NEGERI YANG DIHANCURKAN
Oleh : Rofiq Abidin
ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø£َÙ†ْبَاءِ الْÙ‚ُرَÙ‰ Ù†َÙ‚ُصُّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙƒَ Ù…ِÙ†ْÙ‡َا Ù‚َائِÙ…ٌ ÙˆَØَصِيدٌ
Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. (QS. Hud : 100).
Bencana yang melanda sebuah negeri, seyogyanya memberikan pelajaran berharga kepada korban dan sispapun yang ada disekitarnya. Mengingat bencana dihadrikan Alloh bukan serta merta datang melanda memakan korban jiwa, maupun luka-luka. Kalau di Jepang diberikan bencana tsunami dan semakin membuat alat canggih menanggulangi, namun belum tentu menjadi pengingat akhirat. Bagaimana dengan Bangsa Indonesia yang notabene kerap kali mengalami bencana, mulai dari gunung meletus, gempa bumi, likuifaksi, banjir, taufan dan lain sebagaiya ?.
Sehubungan dengan hal tersebut, konon kaum tsamud dan kaum add telah pun diberikan bencana atas dosa dan pengingkarannya kepada dakwah nabinya. Bencana yang diturunkan kepada sebuah negeri merupakan azab bagi para pendosa dan merupakan ujian bagi hamba-hamba Alloh yang beriman dan istiqomah dalam keimanannya. Berikutini sebab-sebab dosa suatu negeri diturunkan azab :
1. Mengkufuri Dakwah Nabi
Semua nabi menyampaikan tentang keesaan Alloh dan memerintahkan mengibadati Alloh saja, sebagaimana disampaikan dalam QS. Al Anbiya‘ ayat 25. Maka bagi kaum atau bangsa yang tidak mengindahkannya akan mendapat balasan dari Alloh Subhanahu Wata’ala. Setiap para nabi mengajak ummatnya dengan sabar dan berbagai cara agar kaumnya menerimanya. Mulai dari pendekatan kekeluargaan, pendekatan persuasif maupun yang lainnya termasuk do’a yang tidak ada putus asa. Namun hidayah bukan urusan manusia, tapi urusan Alloh. Jika siapapun yang bersungguh-sungguh maka hidayah akan dihadiahkan oleh Allah, akan tetapi hidayah itu justru ditolaknya dengan berbagai cara. Dengan demikian azab Alloh akan hadir sebagaimana Alloh berikan air bah kepada ummat Nabi Nuh Alaihissalam.
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah (QS. Nuh : 25)
Banyakknya kemaksiatan dari sebuah negeri, yang di dalamnya banyak para pemberi peringatan, bisa jadi mengindikasikan daangnya azab Alloh. Sebagimana perilaku menyimpang Kaum Tsamud
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS. Al A’raf : 80-81)
3. Mengolok-ngolok syariat dan nabinya
Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh : "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud : 38).
Jika para penyampai wahyu telah diejek, dimaki-maki di jadikan bahan ejekan (gambarnya dibikin meme yang lucu dengan maksud mentertawakan) serta dipersekusi (dibatasi ruang dakwahnya). Maka itu adalah awal bencana besar, baik sadar atau tidak sadar, itu adalah awal bencana.
Silahkan kita ambil hikmah dari negeri-negeri yang telah dihancurkan oleh Alloh, sebagaimana yang telah diinformasikan oleh Al Qur’an dalam At Taubah ayat 70 berikut ini :
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad,Tsamud kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS At Taubah : 70).
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad,Tsamud kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS At Taubah : 70).
Beberapa negeri yang telah dihancurkan :
1. Kaum Nuh, didakwahi oleh nabi Nuh selama 950 tahun justru mengingkari dan mengejek, meludahi bahkan merendahkan dengan buang air besar diperahu (karya besarnya).
2. Kaum ‘Aad, adalah sebuah suku bangsa kuno yang tinggal di daerah Al-Ahqaf di sebelah utara Hadramaut, antara Yaman dan Oman. Mereka hidup pasca banjir besar pada masa Nabi Nuh. Kehidupan mereka dikisahkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Awalnya mereka merupakan sebuah suku yang sejahtera namun menyekutukan Allah dan menentang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga kemudian Allah menghancurkan mereka dengan angin badai yang mematikan. Nabi yang telah diutus kepada mereka bernama Hud.
3. Kaum Tsamud, adalah suku kuno Arabia yang diperkirakan hidup sekitar millenium pertama Sebelum Masehi dan dekat dengan waktu kenabian Muhammad. Mereka diperkirakan berasal dari wilayah Arabia selatan yang kemudian pindah menuju utara. Mereka kemudian menetap di Gunung Athlab, Madain Shaleh. Sejumlah besar kaum Tsamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab dan hampir seluruh Arab bagian tengah.[
4. Kaum Ibrahim, Penduduk yang mengingkari dakwah nabi Ibrahim yang dipimpin oleh Raja Namruj. Masyarakatnya penyembah berhala. Bahkan mempersekusi Nabi Ibrahim, terbukti Nabi Ibrahim dibajar dan diselamatkan Alloh.
5. Madyan, adalah sebuah kota kuno yang terdapat didalamnya rumah-rumah dan tempat-tempat ibadah kuno yang terpahat di bebatuan dan gunung-gunung. Madain Syu'aib ini terletak di Al-Bad', dan memiliki kemiripan dengan peninggalan sejarah yang ada di Madain Shaleh. Madyan disebutkan beberapa kali di dalam Taurat, disebutkan di dalam al-Qur'an bahwa Nabi Musa mendatangi kaumnya, dan tempat tinggal kaum Madyan dekat dengan kaum Tsamud di al-Hijr, dan Allah mengutus kepada penduduk Madyan Nabi Syu'aib agar menganjurkan kepada mereka perdagangan yang jujur, namun mereka menolak untuk mendengarkan ajakan untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan maksiat.
6. Dan semua negeri yang mengingkari syariat Alloh
Langganan:
Komentar (Atom)











