Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Rabu, 28 Oktober 2015

Rofiq Abidin
5 Cara Mudah Hentikan Keinginan Ngemil Tidak Sehat
Keinginan untuk mencemil suatu makanan kadang tak terhindarkan. Namun, pastikan cemilan yang Anda pilih memiliki manfaat bagi tubuh, dan tidak mengganggu keseimbangan berat badan Anda.
Dilansir dari timesofindia.com, berikut beberapa tips untuk mengurangi keinginan anda mengkonsumsi cokelat, gorengan, dan makanan tidak sehat lainnya:
Ketahuilah Penyebabnya: Pertama-tama, ketahuilah penyebab terjadinya hal ini. Keinginan untuk ngemil bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti rendahnya tingkat gula darah anda, kurangnya nutrisi penting tubuh, dan perubahan hormone.
Dengan mengetahui apa penyebabnya, dapat membuat anda mencegah faktor pemicunya..
Singkirkan Dari Pandangan: Dalam artian, jika anda tidak melihatnya, maka anda tidak menginginkannya. Jadi, langkah kedua anda adalah untuk menyingkirkan wafer berlemak , donat, biskuit manis, es krim, dan makanan berlemak lainnya.
Tetaplah Tenang dan Tidur Cukup: Ketika mengalami stress atau kurang tidur, hormon stress kortisol akan dilepaskan oleh tubuh, yang mana akan memicu selera makan anda.
© Keinginan untuk mencemil suatu makanan kadang tak terhindarkan. Namun, pastikan cemilan yang Anda pi... 5 Cara Mudah Hentikan Keinginan Ngemil Tidak Sehat
Cobalah Untuk Makan “5 kali sehari”: Mengkonsumsi makan dalam jumlah yang lebih sedikit dalam sekali waktu makan mulai dilihat sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki kebiasaan pola makan buruk anda.
Jika anda makan secara rutin dan teratur, gula darah anda tidak akan meningkat melainkan akan tetap stabil. Hal ini akan mengurangi nafsu makan anda.
Siapkan Makanan Pengganti: Lapar? Siapkanlah makanan sehat didekat anda seperti, buah apel, pir, kacang-kacangan, atau sayur mentah segar yang siap dimakan.
Sebagai pengganti donat, cobalah untuk mengkonsumsi kue kering gandum, dan yoghurt rendah lemak sebagai pengganti es krim anda. (Melodia) 


Kamis, 22 Oktober 2015

sejarah

Rofiq Abidin
Menelusuri Sejarah Dinosaurus dan Kepunahannya Dari Muka Bumi

Ketika para arkeolog memutuskan untuk menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya, mereka berpendapat bahwa para kadal raksasa tersebut hidup di masa Triasic, (231,4 juta tahun yang lalu) dimana pada saat itu mereka adalah vertebrata dominan selama 135 tahun sejak berawalnya masa Jurassic sekitar 201 tahun yang lalu hingga masa akhir Cretaceous 66 juta tahun yang lalu saat terjadi kepunahan Cretaceous-Paleogene yang menghabisi sebagian besar hidup dari Dinosaurus pada akhir era Mesozoic. Catatan fosil mengatakan bahwa burung-burung modern yang ada saat ini berevolusi dari dinosaurus theropoda selama masa Jurassic dan karena itu mereka juga dianggap subgroup dari dinosaurus oleh beberapa paleontologis. Beberapa burung selamat dari kepunahan sekitar 66 juta tahun lalu dan keturunannya melanjutkan garis silsilah Dinosaurus hingga hari ini.
Pengetahuan untuk Menelusuri Sejarah Dinosaurus dan Kepunahannya
Dalam perjalanan untuk menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya, para arkeolog berlomba-lomba untuk menciptakan nama bagi spesies aneh yang baru pertama kali mereka temukan. Akhirnya pada tahun 1842, seorang paleontologis bernama Sir Richard Owen menyarankan kata “Dinosaurus” yang ia gunakan untuk merujuk kepada sebuah sub-order dari reptil saurian. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani deinos yang berarti menyeramkan, hebat dan sauros yang berarti reptil atau kadal.
Dibawah taksonomi filogenetik dan demi mempermudah untuk menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya, dinosaurus dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok besar yaitu Triceratops, Neornithes (burung modern), most recent common ancestor (MRCA, set organisme yang merupakan keturunan langsung terakhir), dan seluruh keturunannya. Ada sebuah pernyataan yang menyarankan bahwa Dinosaurus didefinisikan sebagai MRCA dari Megalosaurus dan Iguanodon, karena mereka adalah dua dari tiga generasi yang disebutkan oleh Richard Owen saat ia mengetahui tentang Dinosaurus. Di dunia modern ini, jika kita ingin menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya kita bisa memulainya dari burung yang merupakan satu-satunya garis keturunan dinosaurus theropoda yang masih bertahan hidup. Pada masa awal pembelajaran tentang dinosaurus, burung dianggap sebagai sebuah kelas lain yang memang berevolusi dari dinosaurus, yaitu superorder yang berbeda.
Ketika melakukan penelitian untuk mengetahui sejarah Dinosaurus dan kepunahannya, ditemukan bahwa dinosaurus merupakan pencabangan dari pendahulunya, archosaurus yang hidup pada masa Triassic tengah hingga akhir, sekitar 20 juta tahun setelah kejadian kepunahan Permian-Triassic yang menghapuskan 95% kehidupan di Bumi. Penanggalan radiometrik dari formasi batu yang mengandung fosil dinosaurus genus Eoraptor menghasilkan bahwa dinosaurus telah ada jauh 231,4 juta tahun yang lalu. Paleontologis berpikir bahwa Eoraptor berbentuk mirip dengan pendahulu dari semua dinosaurus, dan jika itu benar, ciri awal dari dinosaurus-dinosaurus pertama adalah bahwa mereka merupakan predator bipedal dengan tubuh yang kecil.
Dalam perjalanan untuk menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya, ditemukan ornithodiran yang mirip dinosaurus seperti Marasuchus dan Lagerpeton di pertengahan Triassic Argentina yang kembali mendukung pandangan bahwa pada awalnya dinosaurus memiliki badan yang kecil. Pada awal mereka muncul, dinosaurus tidaklah menjadi hewan yang dominan karena habitat pada saat itu dipenuhi oleh berbagai macam archosauromoph dan therapsid seperti cynodont dan rynchosaurus. Kompetitor utama para dinosaurus yang diketahui dalam rangka mengungkap sejarah munculnya Dinosaurus dan kepunahannya adalah pseudosuchia seperti aetosaurus, ornithosuchid, dan rauisuchian yang pada masa itu telah jauh lebih sukses dibanding para dinosaurus. Sayangnya, mayoritas hewan ini punah di masa Triassic dalam satu dari dua kejadian.
Evolusi dinosaurus setelah era Triassic mengikuti perkembangan tanaman dan lokasi benuanya. Pada akhir Triassic dan awal Jurassic, benua-benua yang ada sekarang masih tergabung menjadi Pangaea, dan banyak dinosaurus di seluruh dunia yang rata-rata tertata teratur kehidupannya. Dinosaurus yang terus berkembang jumlahnya ini kemudian melanjutkan hidup mereka menuju era pertengahan dan akhir Jurassic dimana mulai muncul predator besar seperti Ceratosaurian, Spinosauroid, dan Carnosaurian. Pada masa awal Cretaceous dan terpecahnya Pangaea, para dinosaurus mulai terpengaruh dengan masa daratan. Bagian awal dari kejadian ini menjadi saksi tersebarnya ankylosaurian, iguanodontian, dan brachiosaurid menuju Eropa, Amerika Utara, dan bagian utara Afrika. Stegosaurian dipercaya telah punah pada awal Cretaceous yang juga menandakan evolusi tumbuhan dan munculnya beberapa dinosaurus herbivora lainnya yang memiliki cara pencernaan makanan yang lebih rumit.
Awal Mula Kepunahan Dinosaurus
Mengingat beberapa orang menganggap bahwa burung merupakan bagian dari dinosaurus, bagi mereka dinosaurus tidak sepenuhnya punah. Meski begitu, dinosaurus lain yang bukan burung diperkirakan punah sekitar 66 juta tahun yang lalu. Selain dinosaurus, pada masa ini banyak juga hewan yang punah seperti ammonite, mosasaur, pesiosaur, pterosaur, dan beberapa kelompok mamalia lainnya. Meski begitu, para serangga tidak mengalami kehilangan populasi yang besar sehingga mereka masih bisa menjadi bahan makanan bagi sisa-sisa populasi yang mampu bertahan. Kepunahan besar-besaran ini kemudian dikenal dengan kejadian kepunahan Cretaceous-Paleogene dan sejak tahun 1970 masih diteliti mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Pada puncak era Mesozoic, tingkat air laut naik dari 100 hingga menjadi 250 meter lebih tinggi dari yang ada sekarang. Temperatur planet pada masa itu juga lebih seragam dengan hanya 25 oC membatasi temperatur kutub dengan mereka yang ada di khatulistiwa. Rata-rata temperatur atmosfir juga lebih tinggi seperti misalnya di kutub menjadi 50 oC lebih panas dari hari ini. Komposisi atmosfir pada era Mesozoic ini masih menjadi perdebatan, meskipun beberapa akademisi berargumen bahwa level oksigen lebih tinggi dari masa kini, beberapa lainnya berargumen bahwa adaptasi biologis yang ditunjukkan oleh burung dan dinosaurus menandakan bahwa sistem pernafasan mereka berevolusi sangat maju. Terlepas dari atmosfirnya, terjadi perubahan iklim yang membunuh banyak spesies, mengakhiri pembelajaran kita dengan tujuan untuk menelusuri sejarah Dinosaurus dan kepunahannya.

Jangan Mengeluh..

Rofiq Abidin

11 Hal Yang Harus Kamu Ingat Sebelum Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

2.Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri mu. Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

(Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustai ??)

Maka bersyukurlah..
Alhamdulillahi Rabbil"alamiin..

Minggu, 11 Oktober 2015

Syukur For Healing

Rofiq Abidin

Bersyukurlah dan Jantung Anda akan Lebih Sehat

Orang tua selalu mewanti-wanti kita untuk selalu berterima kasih dan bersyukur atas apa yang diterima. Saran ini sebaiknya tidak dianggap lalu begitu saja karena ada alasan baik di balik itu semua. 
Mereka dengan perasaan penuh syukur atau terima kasih mengalami tidur serta suasana hati yang lebih baik. Tambahan lainnya, perasaan tersebut membantu menurunkan tingkat inflamasi pada pasien gagal jantung
Pada penelitian sebelumnya, telah ditunjukkan bahwa spiritualitas secara umum, berkaitan dengan kualitas hidup serta kesehatan fisik yang lebih baik.
Dalam studi kali ini, Paul Mills, dari bagian kesehatan masyarakat dan psikiatri, University of California, San Diego beserta timnya mempersempit fokus tersebut dan mencoba menghubungkan antara perasaan bersyukur dengan jantung yang biasa diekspresikan dalam pernyataan 'a grateful heart'.
Menurut Mills, yang terafiliasi dengan Chopra Center for Wellbeing, Carlsbad, California, mereka ingin meneliti perasaan bersyukur tersebut pada populasi yang pernah mengalami masalah dengan kesehatan jantungnya. 
Untuk itu, tim studi yang juga melibatkan Deepak Chopra (yang dikenal secara luas atas dukungan kesehatan alternatifnya), menarik 186 pasien dari klinik jantung California. 

Kesemua pasien ini mengalami gagal jantung stadium B. Kondisi tersebut menunjukkan kalau mereka memiliki sejumlah gangguan fungsi serta pembengkakan jantung tetapi bukan dengan simtom yang lebih serius. Dikatakan para periset, tahap B ini menjadi waktu penting untuk intervensi karena kerusakan yang terjadi dapat dibalikkan. 
Responden kemudian diteliti tingkat rasa bersyukur, kesejahteraan spiritual dan efikasi diri. Efikasi diri ini adalah keyakinan akan kemampuan diri untuk berhasil dalam mengelola fungi jantungnya. Pasien juga dinilai simtom depresi yang dialami serta kualitas tidur dan kelelahan. Terakhir, para periset mengecek darah partisipan untuk melihat indikator peradangan. 
Dari studi tersebut, para peneliti menjumpai bahwa pasien yang lebih bersyukur dilaporkan tidur lebih baik, suasana hatinya lebih sedikit mengalami tekanan, tidak terlalu lelah, efikasi dirinya lebih tinggi dan indikator peradangan yang lebih rendah. 
Nina Kupper, profesor psikolog dari Tillburg University, Belanda, mengatakan bahwa emosi positif secara umum dihubungkan dengan kesehatan yang lebih baik. Dan karenanya, "Perasaan bersyukur sebagai sebuah konsep, bisa menjadi pembuka ke emosi positif lebih dari yang dilakukan spiritualitas."
Terkait dengan penekanan akan pentingnya emosi positif terhadap proses pemulihan, perasaan tersebut sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara beban penyakit dan kapasitas seseorang saat berurusan dengan penyakitnya. 
Dalam sub-study yang dilakukan, juga dijumpai bahwa pasien yang membuat jurnal rasa bersyukur terhadap perawatan mereka mengalami penurunan indikator dari inflamasi atau peradangan serta peningkatan variabilitas denyut jantung (yang merupakan ukuran lain dari penurunan risiko).

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates